Kemenperin fasilitasi Batik Mark bagi 50 industri batik Indonesia

Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian memfasilitasi sertifikasi Batik Mark kepada 50 industri kecil menengah (IKM) batik di Indonesia yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Madura, Kalimantan, hingga Papua.

Penyerahan sertifikat Batik Mark secara simbolis di antaranya dilakukan pada puncak peringatan Hari Batik Nasional 2022 secara hybrid di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Kemenperin yang ada di Yogyakarta, Selasa.

"Fasilitasi Sertifikasi Batik Mark ini merupakan bentuk dukungan Kemenperin dalam upaya penjaminan mutu dan keaslian produk batik Indonesia agar semakin berdaya saing, baik di pasar lokal maupun global," kata Kepala BBSPJIKB Yogyakarta, Hendra Yetty ketika ditemui di sela kegiatan tersebut.

Baca juga: Kemenperin sebut ekspor batik semester I capai 27,42 juta dolar AS

Dengan labelisasi Batik Mark tersebut, kata dia, sekaligus dapat dijadikan identitas bahwa produk batik tersebut asli buatan Indonesia, sehingga batik Indonesia akan mudah dikenal dan terpercaya di kancah dunia.

Dia mengatakan, selain fasilitasi Batik Mark, dalam rangkaian puncak Hari Batik Nasional juga diadakan Workshop Batik bagi pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum pada 3 sampai 4 Oktober 2022 di Kantor BBSPJIKB Yogyakarta.

"Workshop yang diikuti 100 pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum perwakilan dari pelosok Nusantara itu untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk generasi muda mengenai proses pembuatan batik sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya batik Indonesia," katanya.

Kemudian ada Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik (SNIKB) pada 26 Oktober 2022 yang akan diikuti peserta dari berbagai latar belakang, seperti instansi pemerintah baik pusat dan daerah, institusi pendidikan, asosiasi dan paguyuban, pelaku industri kerajinan dan batik, masyarakat umum.

"Tujuan penyelenggaraan SNIKB adalah sebagai wadah bagi para pemangku kepentingan untuk mempublikasikan hasil karya ilmiah serta form diskusi bidang kerajinan dan batik," katanya.

Baca juga: Kemenparekraf: Batik bisa menjadi media promosi pariwisata Indonesia

Kemudian ada 'online talkshow' bertajuk Ngobrol Pagi Penuh Inspirasi (NgoPPI) setiap Kamis selama Agustus hingga November yang menyajikan topik ragam pesona batik eksotis Nusantara.

Kegiatan tersebut melibatkan peserta daring dari berbagai kalangan di antaranya pelaku industri batik, berbagai satuan kerja pemerintah terkait industri, akademisi, asosiasi, dan masyarakat umum, yang ditargetkan mencapai 1.600 orang partisipan.

"Penyelenggaraan beragam agenda dalam peringatan Hari Batik Nasional oleh Kemenperin ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap kepercayaan dunia dan meningkatkan semangat para pelaku industri batik Indonesia," katanya.