Kemenperin fasilitasi dan bimbing IKM pangan naikkan omzet

·Bacaan 2 menit

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi dan membimbing industri kecil dan menengah atau IKM sektor pangan, pemenang Indonesia Food Innovation (IFI) guna meningkatkan kapabilitas sekaligus menaikkan omzet mereka.

Pada kunjungan kerjanya di Bali Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyempatkan diri berdialog dengan IKM peserta program IFI tahun 2020 yaitu juara 1 kategori pangan, produsen keju CV Rosalie Kalyana Bali dan penerima fasilitasi pembinaan dalam tahapan food business scale–up, IKM pengolahan teh Karsa Abadi.

"Setelah mengikuti program IFI, kedua IKM ini mendapatkan fasilitasi bimbingan, pendampingan, dan sertifikasi Hazard analysis and critical control points (HACCP)," ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Dirjen IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin.

IFI merupakan program akselerasi bisnis yang ditujukan bagi IKM pangan terpilih dengan keunggulan inovasi produk dan proses, serta menggunakan sumber daya lokal sebagai bahan baku utama, sehingga IKM siap untuk meningkatkan skala bisnis menuju IKM modern yang marketable, profitable dan sustainable.

Ini juga sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang dicanangkan oleh Presiden RI sejak Mei 2020 lalu.

Melalui pembinaan dan pendampingan intensif di sisi teknis dan bisnis oleh para pakar profesional, peserta program IFI diharapkan bisa menaikkan kapabilitasnya.

“Kami memahami bahwa nilai tambah suatu produk mempunyai andil besar dalam mendorong kemajuan IKM pangan di Indonesia. Eksistensi inovasi dapat menjadi alat yang tepat dalam penciptaan nilai tambah," ujar Gati melalui keterangan tertulis.

Fasilitasi terhadap IKM pangan mendukung mereka untuk dapat menjaga kualitas produknya dan memberikan jaminan kepada konsumen.

Dengan memiliki sertifikat HACCP, kata dia, IKM akan lebih percaya diri dalam pengembangan akses pasar, terutama menembus pasar global

"Dengan implementasi HACCP, terbukti beberapa IKM binaan Kemenperin mengalami peningkan omzet sampai dengan 300 persen," ujar Gati.

Baca juga: Menperin: Penguasaan teknologi tingkatkan daya saing IKM pangan Bali
Baca juga: Kembangkan IKM pangan, Kemenperin gelar Indonesia Food Innovation 2021
Baca juga: Kemenperin dan BPOM jalin program pengawasan pangan olahan IKM

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel