Kemenperin fasilitasi industri dan sekolah vokasi hasilkan SDM mumpuni

Faisal Yunianto
·Bacaan 3 menit

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi kerja sama link and match antara industri dengan sekolah vokasi untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) industri yang mumpuni dan dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam hal ini Kemenperin memfasilitasi kerja sama vokasi antara PT Kalbe Farma Tbk dengan tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membina para siswa melalui fasilitas pendidikan yang dimiliki perusahaan.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan perusahaan terhadap pengembangan SDM kompeten, adaptif dan inovatif yang dapat memenangkan persaingan di dunia industri,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko S.A. Cahyanto di Jakarta, Kamis.

Pogram link and match antara sekolah vokasi industri dengan perusahaan manufaktur dan kawasan industri telah dijalankan Kemenperin sejak tahun 2017. Melalui program tersebut, Kemenperin telah memitrakan 2.612 SMK dengan 885 perusahaan dari berbagai sektor industri dengan total 4.997 perjanjian kerja sama.

“Program ini sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK,” papar Eko dalam keterangan tertulisnya.

Dalam mendukung program vokasi yang link and match dengan industri farmasi, PT Kalbe Farma melalui Kalbe Learning Centre (KLC) mendesain bentuk pembelajaran bagi siswa SMK dengan materi basic technical skill dan soft skill yang diberikan secara online.

“Untuk memperdalam materi, akan diberikan pelaksanaan praktik kerja bagi siswa dan tenaga pendidik atau pelatih yang dilaksanakan langsung di KLC mulai November 2020,” ucap Kepala Kalbe Learning Centre, Micha Catur Firmanto.

Program tersebut juga diharapkan dapat mengurangi kesenjangan skill yang dimiliki oleh lulusan SMK dengan yang dibutuhkan oleh industri. “Dengan adanya program ini, diharapkan persentase daya serap industri untuk lulusan SMK dapat meningkat,” sebutnya.

Kerja sama PT. Kalbe Farma Tbk dengan tiga SMK, yakni SMK Bani Saleh Bekasi, SMK Wirasaba Karawang dan SMK Farmasi IKIFA Jakarta Timur, merupakan tindak lanjut kegiatan Coaching Clinic Super Tax Deduction Batch ke-2 yang difasilitasi Kemenperin pada Agustus lalu.

Kegiatan tersebut merupakan semacam klinik konsultasi yang disediakan pemerintah bagi perusahaan industri untuk dapat memanfaatkan fasilitasi fiskal melalui kontribusi terhadap pengembangan kompetensi SDM.

Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 tahun 2019 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 128 Tahun 2019 telah menyiapkan insentif super tax deduction berupa pengurangan penghasilan bruto sebesar 200 persen dari biaya yang dikeluarkan perusahaan industri sebagai insentif bagi perusahaan yang berperan aktif dalam pengembangan pendidikan vokasi.

“PT. Kalbe Farma Tbk antusias untuk mendapatkan fasilitas insentif, dan dalam waktu dekat kami akan segera mengajukan ke Online Single Submission (OSS),” lanjut Micha.

Kepala BPSDMI Kemenperin menambahkan pihaknya berharap PT. Kalbe Farma Tbk melalui KLC dapat bekerja sama dengan lebih banyak SMK, sehingga dapat terbangun SDM unggul bidang farmasi yang mendukung produktivitas dan daya saing sektor tersebut.

“Terlebih, saat ini industri farmasi menjadi salah satu program prioritas dalam Making Indonesia 4.0,” imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut program link and match, Kemenperin juga telah melakukan penyelarasan kurikulum bagi 35 kompetensi keahlian yang terkait sektor industri.

“Selain itu, kami telah melakukan peningkatan kompetensi guru SMK bidang produktif melalui pelatihan dan magang sebanyak 3.964 guru,” jelasnya.

Masih melalui program tersebut, pada tahun 2019 Kemenperin memberikan bantuan 70 mesin Computer Numerical Control (CNC) kepada 70 SMK di wilayah Jawa dan Sumatera.

“Kami juga menyiapkan tenaga silver expert yang sebelumnya merupakan praktisi industri. Mereka telah memperoleh pelatihan pedagogi dan tersertifikasi internasional untuk memberikan training for trainers di tempat kerja (In Company Training),” kata Eko.


Baca juga: Kemenperin: Perusahaan di kawasan industri tak perlu izin lingkungan
Baca juga: Tiga target Kemenperin dukung pemulihan ekonomi nasional
Baca juga: Pacu industri otomotif, Menperin lihat peluang modifikasi kendaraan