Kemenperin hadirkan WINTEQ unjuk industri komponen di Hannover Messe

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memilih WINTEQ untuk unjuk kompetensi dan kapabilitas industri komponen di Indonesia dalam menerapkan teknologi Industri 4.0 pada ajang Hannover Messe 2021.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier menyampaikan pada Hannover Messe 2021 WINTEQ memamerkan aplikasi teknologi digital yang sudah diterapkan di anak perusahaan Grup Astra Otoparts.

“Perusahaan ini masuk dalam tema Global Business and Market dan menampilkan produk-produk berkualitas yang diproduksi melalui penerapan teknologi Industri 4.0,” kata Taufiek melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Teten ajak UMKM dan koperasi susun model bisnis industri otomotif

Selain WINTEQ, ikut serta Divisi International dari PT Astra Otoparts Tbk dengan menampilkan berbagai produk-produk suku cadang antara lain Aspira, Aspira Premio, dan Incoe yang telah dipasarkan ke lebih dari 40 negara dan mampu bersaing secara global.

Taufiek mengatakan WINTEQ selama ini telah menjadi konsultan teknik dan mitra yang dipilih Kemeperin untuk menunjukkan kompetensi dan kapabilitas industri komponen di Indonesia dalam menerapkan teknologi Industri 4.0.

“Kami mengharapkan partisipasi WINTEQ dalam Hannover Messe 2021 dapat semakin mendukung pengembangan teknologi bagi perusahaan tersebut, serta membuka peluang bisnis dengan mitra dari mancanegara,” katanya.

WINTEQ atau Workshop for Industrial Equipment merupakan wujud keseriusan PT Astra Otoparts Tbk dalam melakukan transformasi digital yang bergerak dalam bidang solusi engineering, untuk membangun daya saing di dunia manufaktur.

“Inisial solusi engineering dimulai dengan produk Special Purpose Machinery,” ujar Chief Operating Officer WINTEQ, Donny Novanda.

Baca juga: Menperin: Hannover Messe buka peluang kerja sama infrastruktur digital

WINTEQ juga menginisiasi Integrated Automation System yang diakuinya menyebabkan bergesernya kompetensi para engineer di perusahaan.

"Karena itu WINTEQ membekali engineer-nya dengan Technical Training Program,” papar Donny.

Selain itu, dalam era industri 4.0, WINTEQ mengembangkan penerapan SMART Factory. Proyek ini dimulai melalui berbagai pilot project yang memanfaatkan teknologi secara spesifik untuk memecahkan masalah yang ada di proses produksi, seperti shop floor production system yang membantu proses pengambilan keputusan produksi secara langsung dan cepat dengan bantuan teknologi Internet of Things.

Hingga tahun 2020, WINTEQ telah menghasilkan lebih dari 1.500 produk, yang terdiri dari implementasi Special Purpose Machinery, Integrated Automation System, dan SMART Factory.

“Dengan inovasi teknologi yang tepat guna, WINTEQ berkontribusi dalam pembuatan produk yang digunakan di berbagai industri dalam rangka transformasi digital untuk mewujudkan industri 4.0,” imbuhnya.