Kemenperin: Industri Fashion Muslim di Indonesia Terus Berkembang

Rochimawati, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA), berupaya untuk mendorong perkembangan industri fashion muslim nasional.

Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan karena industri fashion muslim di Indonesia terus berkembang. Baik dari segi variasi produk yang semakin beragam, kualitas produk yang bersaing, serta potensi pasar yang sangat besar.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, turut mengajak seluruh stakeholder industri fashion muslim untuk bersinergi mengembangkan industri fashion muslim nasional, melalui pengembangan potensi desainer fashion.

Salah satunya melalui Kompetisi Modest Fashion Project (MOFP). Kompetisi MOFP sendiri telah diselenggarakan sejak tahun 2018 dan sudah bergulir sejak 25 Februari 2021 yang lalu.

Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan (IKMA), E. Ratna Utarianingrum mengatakan, desainer memiliki peran yang sangat penting.

"Kami menyadari bahwa desainer memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan industri fashion. Di mana para desainer dapat memberikan inovasi dan menentukan arah tren desain, khususnya dalam industri fashion di Indonesia," ujarnya saat Webinar Sosialisasi Kompetisi MOFP bertajuk Bedah The New Formal, Rabu 14 April 2021.

"Saat ini kita sedang menghadapi masa sulit pandemi yang berimbas pada perekonomian dan industri, peran desainer dalam membaca peluang serta kebutuhan pasar fashion saat ini menjadi sangat penting," ujar dia.

Ratna juga menyampaikan, tema The New Formal bertujuan untuk memberikan tantangan kepada para desainer untuk mampu membaca kebutuhan pasar, peluang, dan inovasi produk fashion muslim di masa saat ini maupun masa yang akan datang, baik dari segi desain maupun konsep bisnis.

"Diharapkan tema ini dapat mendorong munculnya para finalis MOFP yang semakin siap untuk membawa impact positif bagi industri fashion muslim nasional," kata dia.

Lebih lanjut, Ratna menjelaskan, perkembangan jumlah umat muslim dunia menjadi salah satu pemicu utama yang mendorong pertumbuhan industri fashion muslim.

"The State Global Islamic Ecomony Report 2020/2021 melaporkan konsumsi fashion muslim dunia tahun 2019 diperkirakan mencapai US$277 miliar. Sedangkan konsumsi fashion muslim dunia pada tahun 2024, diperkirakan mencapai US$311 miliar," tutur Ratna.

"Sementara konsumsi fashion muslim Indonesia sendiri pada tahun 2019 adalah senilai US$16 miliar, terbesar kelima di dunia setelah Iran, Turki, Saudi Arabia dan Pakistan," kata dia.

Kemenperin melihat hal ini sebagai peluang pasar bagi pelaku industri fashion muslim nasional untuk mampu mengisi pasar domestik maupun global. Ratna juga menyampaikan, pengembangan fashion muslim di Indonesia juga mempunyai kinerja yang diakui di dunia internasional.

Berdasarkan The State of Global Islamic Economy Report 2020/2021, Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai negara yang mengembangkan fashion muslim terbaik di dunia setelah Uni Emirat Arab dan Turki. Selain itu, industri fashion muslim yang merupakan bagian dari industri pakaian jadi memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan data Pusdatin Kemenperin, kinerja ekspor industri pakaian jadi sepanjang tahun 2020 mencapai US$7,04 miliar dan pada periode Januari - Februari 2021, mencapai angka US$1,24 miliar.