Kemenperin: Industri kerajinan terus berkontribusi pulihkan ekonomi

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Doddy Rahadi mengharapkan industri batik dan kerajinan, yang merupakan sektor unggulan, dapat terus berkontribusi memulihkan ekonomi pascapandemi COVID-19.

"Industri batik dan kerajinan yang merupakan industri unggulan Indonesia dari sektor kreatif sangat diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional pascapandemi," kata Doddy dalam sambutannya saat acara Temu Pelanggan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, upaya tersebut bisa dilakukan melalui peningkatan produktivitas dan pemenuhan kualitas produk sesuai dengan standar, sehingga produk yang ada dapat semakin berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun global.

Terlebih, berdasarkan catatan Kemenperin, sektor industri batik yang didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM) mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 200 ribu orang yang terbagi ke dalam sekitar 47.000 unit usaha dan tersebar di 101 sentra di Indonesia.

"Oleh karenanya, industri ini mendapat prioritas pengembangan karena dinilai mempunyai daya ungkit besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

Dia mengatakan Kemenperin juga mencatat jumlah industri kerajinan di Indonesia saat ini mencapai lebih dari 700 ribu unit usaha dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 1,32 juta orang.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Hendra Yetty mengatakan salah satu syarat utama dalam upaya mengoptimalkan daya saing industri adalah melalui sinergi dan kolaborasi, salah satunya melalui kegiatan Temu Pelanggan BBKB yang berada di bawah BSKJI Kemenperin ini.

Kegiatan Temu Pelanggan BBKB secara luring ini diikuti 250 peserta dari instansi atau lembaga pemerintah bidang industri, dekranasda, akademisi, perusahaan, asosiasi dan paguyuban, dan pelaku industri dari berbagai daerah, baik yang telah menjadi mitra maupun calon mitra potensial pengguna jasa layanan BBKB.

"Saya berharap kegiatan temu pelanggan ini dapat menjadi momentum penting untuk menguatkan sinergi antara BBKB dan pelaku dunia industri serta stakeholder terkait," katanya.

Baca juga: Serap 200.000 tenaga kerja, ekspor batik tembus 533 juta dolar AS
Baca juga: Kemenperin: Industri batik mampu bertahan di masa pandemi
Baca juga: Kemenperin: Industri batik mendapat prioritas pengembangan pemerintah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel