Kemenperin: Industri kimia alami perbaikan mata rantai pasok

Plt Direktur Jenderal Industri Kimia Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ignasius Warsito mengatakan industri kimia mengalami perbaikan mata rantai pasok, baik di dalam negeri maupun global pada Desember 2022.

"Alhamdulillah terjadi ekspansi untuk mendorong nilai Indeks Kepercayaan Industri (IKI) melalui industri kimia dan barang kimia, yang mana kita ketahui bersama pada Desember ini terjadi perbaikan mata rantai baik di domestik maupun global, sehingga pasokan dari bahan baku produksi kimia berjalan baik dan lancar," kata Warsito di Jakarta, Jumat.

Selain itu, lanjutnya, terdapat tambahan permintaan untuk produk kimia sehingga terjadi peningkatan, yang pada akhirnya memberikan kontribusi positif terhadap nilai IKI.

Warsito mengatakan ekspansi tersebut patut diapresiasi mengingat sektor industri kimia baik hulu, hilir, farmasi, dan bahan galian non-logam mengalami kontraksi pada November 2022.

Baca juga: Kemenperin lansir IKI Desember 2022 sebesar 50,90, industri ekspansif

Di sisi lain pihaknya mencatat subsektor farmasi dan obat kimia mengalami kontraksi karena terjadi kasus gagal ginjal akut di dalam negeri, sehingga terjadi beberapa penarik produk industri farmasi dan obat-obatan. Hal tersebut membuat terjadinya perlambatan dalam produksi untuk pasar domestik.

"Dan ini juga kami catat karena sebagaimana kami dibentuk oleh tim satgas daripada obat sirup ini untuk bisa mendeteksi kondisi lapangan. Dari 124 perusahaan industri obat cair, sekarang tinggal 22 perusahaan yang masih bertahan," kata Warsito.

Dengan kondisi yang mulai berjalan, Warsito mengatakan terjadi perbaikan produksi pada Desember 2022 baik dari sisi permintaan maupun persediaan. Ia berharap sektor IKFT akan mendorong optimisme di sektor kondisi usaha di dalam negeri.

"Harapan kami bagaimana sektor IKFT memberikan instrumen kebijakan yang bisa meningkatkan optimisme maupun produktivitas daripada IKFT maupun sektor-sektor yang mengalami kontraksi," ujar Warsito.

Baca juga: Industri manufaktur RI masih bergeliat di tengah ketidakpastian global