Kemenperin kawal IKFT perketat protokol kesehatan dalam berproduksi

·Bacaan 2 menit

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengawal secara langsung implementasi protokol kesehatan di industri, yang memperoleh izin operasional dan mobilisasi kegiatan industri (IOMKI), terutama sektor industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT) yang memainkan peranan penting di tengah pandemi.

"Sejak pandemi COVID-19 muncul di Tanah Air pada 2020, sektor IKFT telah mendukung pencegahan dan penanggulangan pandemi, antara lain dengan produksi masker, alat pelindung diri (APD), disinfektan, serta obat-obatan," kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (Dirjen IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam di Jakarta, Rabu.

Selanjutnya, pada 2021, sektor IKFT juga turut berkontribusi pada pengadaan oksigen yang menjadi kebutuhan medis.

Disampaikan Khayam, saat jumlah kasus COVID-19 di Tanah Air meningkat yang membuat kebutuhan oksigen ikut melonjak, sektor industri langsung mengalihkan alokasi kebutuhan oksigen yang awalnya untuk kebutuhan industri menjadi medis.

"Produksi oksigen utamanya untuk kegiatan industri, dengan kemurnian yang dihasilkan 99,5 persen. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan oksigen medis dengan kandungan oksigen 93 persen. Karena pasien COVID-19 meningkat, distribusi oksigen dikonversi, yang tadinya perbandingannya 60 persen untuk industri dan 40 persen untuk medis sekarang menjadi 10 persen untuk industri dan 90 persen untuk kebutuhan medis," paparnya.

Guna memastikan implementasi penerapan protokol kesehatan di sektor industri, Dirjen IKFT melakukan peninjauan protokol kesehatan ke industri padat karya yang berorentasi ekspor di antaranya tekstil yakni PT Daliatex Kusuma, di Dayeuh Kolot Bandung, serta kelompok industri kritikal PT Kimia Farma, Plant Banjaran, Bandung pada Selasa (3/8/2021).

Khayam menambahkan sektor farmasi tetap terjaga utilisasinya karena kebutuhan akan obat-obatan dan vitamin makin meningkat. Terlebih saat ini PT Kimia Farma sebagai perusahaan farmasi Tanah Air telah mampu memproduksi beberapa obat untuk penanganan COVID-19.

Kimia Farma juga memproduksi beberapa multivitamin penambah daya tahan tubuh seperti vitamin C (tablet dan injeksi), Becefort, Fituno dan Geriavita sebagai tambahan produk untuk menjaga daya tahan tubuh.

"Kami terus berupaya agar industri di Tanah Air berkontribusi pada penanganan COVID-19," ujarnya.

Selanjutnya, terkait pelaksanaan protokol kesehatan di industri, Kemenperin juga aktif melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama memantau aktivitas sektor industri terkait dengan kebijakan masing-masing daerah tentang kapasitas maksimal karyawan yang boleh bekerja, sebut Khayam.

Dalam upaya pencegahan industri menjadi klaster penyebaran COVID-19, Kemenperin juga menggulirkan program vaksinasi khusus bagi pelaku industri dan pekerja industri.

Kemenperin mengajukan kepada Kementerian Kesehatan untuk pelaksanaan program vaksinasi bagi lima juta pekerja industri. Di sisi lain juga terdapat program vaksin gotong royong yang dapat berjalan paralel.

"Pelaksanaan vaksinasi ini diharapkan dapat melindungi para pekerja dari paparan COVID-19 sekaligus mampu mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional," kata Khayam.

Baca juga: Industri keramik masuk sektor kritikal saat PPKM, ini alasannya
Baca juga: Kemenperin minta industri disiplin 50 persen bekerja saat PPKM
Baca juga: Kemenperin pacu percepatan vaksinasi bagi pekerja industri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel