Kemenperin konsisten dorong IKM eksis dan bertahan di tengah tantangan

Kementerian Perindustrian konsisten berupaya mendorong agar Industri Kecil Menengah (IKM) terus eksis dan mampu bertahan di tengah tantangan yang sedang dihadapi sektor industri nasional.

Upaya tersebut dilakukan karena IKM menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dari industri secara keseluruhan dan memegang peran cukup penting bagi pertumbuhan industri dengan total kontribusi sekitar 21,47 persen.

“Penting untuk menjaga pertumbuhan IKM ini, misalnya dengan selalu belanja produk-produk IKM. Karena dengan adanya penjualan, tentu akan memberikan daya ungkit bagi industri agar terus berproduksi dan beroperasi,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita lewat keterangannya di Jakarta, Jumat.

Kemenperin tengah melakukan berbagai upaya agar produk-produk IKM dibeli masyarakat dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri, di antaranya dengan mengajak seluruh masyarakat di tanah air untuk mendukung keberlangsungan usaha IKM dengan membeli produk mereka.

Langkah strategis tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Reni optimis, upaya tersebut dapat menjaga ekosistem dan pertumbuhan IKM di Tanah Air. Selain berdampak langsung kepada IKM, hal itu juga akan memberikan pengaruh besar kepada sektor pendukungnya seperti perajin atau pekerja, penyedia bahan baku, logistik, dan sektor terkait lainnya.

Peningkatan penjualan produk IKM diharapkan mampu mendorong perluasan kesempatan usaha dan lapangan kerja di berbagai daerah.

Tak hanya itu, ekosistem IKM yang bergairah juga akan mendorong peningkatan produksi produk-produk lokal yang mumpuni, tak hanya di pasar lokal, tetapi juga pasar mancanegara.

“Tugas kami adalah menyiapkan bahwa produk-produk IKM tetap menjadi produk yang berkualitas. Kami terus melakukan pendampingan sertifikasi pangan, Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib, termasuk fasilitasi ISO manajemen mutu agar produk-produk IKM ini betul-betul sesuai standar,” tegas Reni.

Ia menambahkan, Ditjen IKMA Kemenperin juga terus mendukung upaya peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), terutama produk UMKM/IKM dalam belanja APBN, APBD, dan BUMN.

Kemenperin mencatat, saat ini banyak IKM kini telah mampu menghasilkan produk industri makanan dan minuman, barang dari logam, hingga alat-alat kesehatan yang tak kalah kualitasnya dengan produk luar negeri.

“Pasar-pasar ini yang perlu kita tangkap. Oleh sebab itu, Kemenperin terus mendukung IKM yang sudah tumbuh agar tetap terjaga daya saingnya. Kemudian, untuk menambah populasi wirausaha IKM, kita giring anak muda untuk menjadi wirausaha baru, sehingga peluang kerja semakin besar, bisa menciptakan lapangan kerja untuk sekitarnya,” tutur Reni.

Ditjen IKMA Kemenperin terus melakukan berbagai terobosan untuk peningkatan kapasitas IKM, antara lain melalui peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan kualitas produk, standardisasi, fasilitasi mesin/peralatan, serta promosi dan pameran diberikan kepada pelaku IKM untuk meningkatkan daya saing dan kapasitasnya.

Selain itu, terus mendorong agar para IKM dapat memanfaatkan berbagai fasilitas pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan lembaga pembiayaan perbankan/non-perbankan lainnya untuk memperkuat struktur modalnya.

“Kami juga rutin mengikut sertakan IKM dalam pameran dalam dan luar negeri secara rutin. Sedangkan untuk fasilitasi khusus, kami dorong IKM agar masuk ke platform e-Smart IKM sehingga bisa menikmati fasilitas bimbingan teknis dan beragam pendampingan dari Ditjen IKMA Kemenperin,” pungkasnya.

Baca juga: Kemenperin: IKM bakal lakukan penyesuaian saat harga BBM naik
Baca juga: Kemenperin: Nilai produksi IKM knalpot Purbalingga capai Rp138 miliar
Baca juga: Kemenperin genjot ekspor IKM gula palma