Kemenperin: "Lighthouse" industri 4.0 beraksi di Hannover Messe 2021

Kelik Dewanto
·Bacaan 3 menit

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menetapkan beberapa perusahaan di Tanah Air sebagai lighthouse industri 4.0 dan mereka tampil dalam ajang pameran Hannover Messe 2021: Digital Edition, unjuk pencapaian dan kemampuan dalam transformasi teknologi.

Adalah PT Schneider Electric Manufacturing Batam (SEMB) serta PT Petrosea Tbk, yang pada 2019 berhasil masuk dalam jajaran Global Lighthouse Network World Economic Forum (WEF).

"Dua perusahaan asal Indonesia tersebut termasuk dalam 54 perusahaan di dunia yang menjadi leader dalam adopsi industri 4.0," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Diresmikan Presiden RI dan Kanselir Jerman, Hannover Messe dimulai

Selain itu, Kemenperin menetapkan tiga perusahaan industri sebagai National Lighthouse Industry 4.0 pada 2020 yaitu PT Akebono Brake Astra Indonesia, PT Pupuk Kalimantan Timur, serta PT Indolakto-Purwosari.

"Perusahaan-perusahaan ini dianggap layak menjadi role model bagi pelaku industri di sektornya serta dapat menjadi mitra dialog pemerintah dalam implementasi industri 4.0 di Indonesia," ujarnya.

Tiga perusahaan, yaitu Petrosea, SEMB, dan Akebono Brake tampil dalam special program Making Indonesia 4.0-Champion Journey. Program ini merupakan highlight dari capaian penerapan teknologi industri 4.0 melalui peta jalan Making Indonesia 4.0.

Dari kisah perjalanan implementasi industri 4.0 di ketiga perusahaan tersebut, terdapat kesamaan faktor krusial yang mendukung kesuksesan transformasi digital, yaitu keterlibatan sumber daya manusia (SDM) dalam proses yang dijalani.

Dengan pengakuan dari WEF sebagai salah satu lighthouse global, perusahaan pertambangan Petrosea yang telah berdiri sejak 1972 ini, terus berupaya untuk bertransformasi dengan menerapkan teknologi digital di semua lini operasional.

Direktur Pertambangan Petrosea Iman Darus Hikhman mengatakan terdapat dua hal utama dalam pengembangan digital ecosystem yang dilakukan perusahaan.

Pertama, Petrosea bermitra dengan perusahaan-perusahaan penyedia teknologi digital asal Indonesia yang memiliki kapabilitas.

"Dengan banyaknya perusahaan ini, kita optimis bahwa Indonesia akan mampu berkompetisi secara global," ujar Iman.

Selanjutnya, lighthouse industri 4.0 mempunyai tanggung jawab untuk aktif membagikan pengalamannya kepada industri di sektor masing-masing untuk membantu meningkatkan efisiensi, sehingga dapat sama-sama memperoleh keuntungan lewat transformasi digital.

Iman menyampaikan transformasi digital sangat penting, terlebih saat pandemi yang membatasi kunjungan ke site. Dari command center di Jakarta, perusahaan bisa mengoperasikan hampir 500 peralatan, 4 proyek, dan 3.500 SDM.

"Selain sisi operasional dan finansial, parameter kesuksesan transformasi bisa dilihat dari keterlibatan pekerja, serta kemampuan organisasi beradaptasi dengan perubahan di sektor industri," paparnya.

Dengan tuntutan kemajuan teknologi informasi sebagai landasan, SEMB memulai perjalanan tranformasi digitalnya secara bertahap sejak 2017.

Digital Transformation Senior Manager SEMB Fadli Hamsani menyampaikan pemanfaatan teknologi internet of things (IoT) yang membawa perubahan pada skala individu, bisnis, dan juga industri, menjadikan pabrik SEMB sebagai salah satu pelopor smart factory di Indonesia.

Bukti nyata implementasinya adalah EcoStruxure yang merupakan arsitektur dan platform IoT dari Schneider Electric.

"Kami optimistis dengan komitmen dan dukungan dari pemerintah, keterlibatan sektor pendidikan, dan dari dalam perusahaan sendiri, sehingga dapat mengoptimalkan local talent, local system integrator, dan local ecosystem," jelas Fadli.

Sementara itu, PT Akebono Brake Astra Indonesia merupakan perusahaan yang fokus dalam pembuatan komponen otomotif, khususnya rem. Perusahaan ini menyuplai komponen ke hampir semua produsen mobil di Indonesia.

Akebono memulai transformasi dengan merestrukturisasi pabrik untuk mengimplementasikan good lean manufacturing.

"Pada 2017, kami mengadopsi teknologi baru, mengimplemetasikan IoT, serta connectivity. Dengan integrasi pilar-pilar tersebut, kami optimis bisa mencapai tujuan perusahaan," ujar Technical Director Akebono Daniel Suryananta.

Baca juga: Menperin harap Hannover Messe buka pandangan dunia tentang industri RI
Baca juga: Menperin: Hannover Messe tampilkan potensi RI terapkan industri 4.0