Kemenperin minta industri disiplin 50 persen bekerja saat PPKM

·Bacaan 1 menit

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta industri yang masuk ke kategori esensial dan kritikal berdisiplin dengan kuota 50 persen bekerja saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 hingga 9 Agustus 2021.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam mengatakan hal tersebut perlu dilakukan untuk mencegah klaster baru di sektor industri seperti terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

"Kalau timbul klaster industri, mereka akan rugi. Biasa klaster ini dari rumah dibawa ke pabrik," katanya di salah satu industri tekstil kawasan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa.

Menurut Khayam, protokol kesehatan menjadi keharusan untuk diterapkan semua pihak, tak terkecuali industri yang tengah beroperasi. Dengan penerapan pengetatan tersebut diharap penyebaran virus corona di kawasan industri bisa ditekan.

Selain itu, dia mengatakan setiap perusahaan wajib mengirimkan data terbaru minimal dua kali seminggu ke Kemenperin guna meminimalsasi penyebaran dan pengendalian penyebaran COVID-19 di kawasan industri.

Khayam juga meminta Satgas COVID-19 di setiap daerah rutin mengawasi dan melakukan pengecekan terhadap sektor industri yang beroperasi pada masa PPKM.

Menurut dia, Kemenperin juga bisa mencabut izin operasi sebuah industri apabila kedapatan melanggar aturan PPKM, sehingga industri diminta tertib dalam menjaga protokol kesehatan para pegawainya.

"Ini memang harus ketat, jangan sampai kita lengah, karena kalau lengah, nanti angka akan naik lagi, dan ini akan makin sulit," kata dia.

Baca juga: Kemenperin berupaya cetak SDM kompeten industri keramik dan refraktori
Baca juga: Kemenperin konsisten pastikan industri terapkan prokes ketat
Baca juga: Kemenperin jaga produktivitas industri mamin, sektor kritikal pandemi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel