Kemenperin pacu kinerja industri furnitur rotan di tengah PPKM

·Bacaan 2 menit

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu kinerja industri furnitur rotan agar semakin memberikan kontribusi signfikan bagi perekonomian nasional dan menopang kebijakan hilirisasi bahan baku dalam negeri.

“Indonesia punya potensi besar dalam pengembangan industri rotan yang berdaya saing global, karena didukung dengan ketersediaan sumber daya alam yang kaya dan sumber daya manusia yang terampil,” kata Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika saat meninjau PT Aida Rattan Industry di Cirebon, Kamis.

Putu mengatakan selama masa pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pihaknya bertekad menjaga aktivitas industri furnitur rotan, yang termasuk dalam sektor esensial, mengingat industri ini berorientasi ekspor sehingga menghasilkan devisa.

“Saat ini, sejumlah industri esensial sedang melakukan tahap uji coba penerapan protokol kesehatan, dengan beroperasi dalam kapasitas 100 persen karyawan yang dibagi minimal menjadi dua shift,” tuturnya melalui keterangan tertulis.

Baca juga: Asosiasi industri mebel minta pemerintah bentuk Bulog khusus rotan

Putu memberikan apresiasi kepada PT. Aida Rattan Industry yang telah siap menjalankan operasionalnya kembali secara penuh, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat dan disipilin.

“Bahkan, pabrik yang memiliki total tenaga kerja 144 orang ini, sebanyak 122 karyawannya (85 persen) telah divaksin,” ungkapnya.

Putu optimistis, apabila aktivitas produksi industri dapat terjaga dengan baik, akan memacu investasi dan penyerapan tenaga kerja. Hal ini dapat mengakselerasi upaya pemulihan ekonomi nasional. Apalagi, 100 persen produk yang dihasilkan oleh PT Aida Rattan Industry berorientasi ekspor.

Baca juga: Industri mebel dan kerajinan keluhkan kelangkaan bahan baku rotan

“Pada Januari-Mei 2021, ekspor furnitur berbasis rotan menembus 67,67 juta dolar atau naik 31 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 51,62 juta dolar,” sebutnya.

Adapun negara tujuan utama ekspor furnitur nasional, di antaranya Amerika Serikat, Italia, Jerman, Jepang, Belanda, Inggris, dan Perancis.

Sementara itu, secara kumulatif, ekspor yang dikontribusikan oleh industri furnitur mencapai 1,91 miliar dolar sepanjang tahun 2020.

Sektor ini terdapat 1.114 perusahaan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan jumlah kapasitas produksi sebesar 2,9 juta ton per tahun dan total tenaga kerja yang terserap sebanyak 143.119 orang.

Ia juga menyebut selama ini, Kemenperin telah menginisiasi berbagai program dan kebijakan dalam mengerek daya saing industri furnitur di tanah air, antara lain menjaga ketersediaan bahan baku, memberikan insentif fiskal dan nonfiskal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel