Kemenperin-Pemkot Solo kerja sama ciptakan SDM industri tekstil handal

Risbiani Fardaniah

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) meningkatkan kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam pengembangan Solo Technopark untuk menjawab tingginya permintaan tenaga kerja pada industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di Indonesia, khususnya Jawa Tengah.

“Perpanjangan kerja sama ini untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM industri, khususnya industri TPT, melalui pengembangan Akademi Komunitas (AK) Tekstil Solo yang berada di bawah binaan BPSDMI Kemenperin dan berlokasi di kompleks Solo Technopark,” kata Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan lewat keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Beberapa waktu lalu Kepala BPSDMI beserta jajaran Eselon II Kemenperin melakukan pertemuan dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. “Selama ini kita telah bekerja sama dengan Pemkot Solo, sehingga sekarang perlu meningkatkan kerja sama tersebut,” ujar Arus.

Ia optimistis dengan tenaga kerja yang kompeten industri TPT akan semakin berdaya saing dan bakal berperan penting dalam memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional.

Baca juga: 100 tahun pendidikan tekstil, Kemenperin siapkan PIDI 4.0

“Selama ini industri TPT merupakan salah satu sektor yang menyumbang devisa cukup besar dari ekspornya dan menjadi sektor padat karya dengan menyerap tenaga kerja yang banyak,” ungkap Arus.

Kemenperin mencatat kinerja ekspor industri pakaian jadi tahun 2020 mencapai 7,04 miliar dolar AS. Sektor industri tekstil berkontribusi sebesar 6,76 persen pada PDB industri pengolahan nonmigas 2020.

Arus menjelaskan AK-Tekstil Solo merupakan salah satu unit pendidikan milik Kemenperin yang menyelenggarakan program pendidikan setara Diploma II dan terdiri dari tiga program studi, yakni Teknik Pembuatan Benang, Teknik Pembuatan Kain dan Teknik Pembuatan Garmen.

Hingga saat ini AK-Tekstil Solo telah meluluskan lebih dari 1.000 mahasiswa, dengan 300 lulusan setiap tahunnya dan100 persen terserap kerja di perusahaan-perusahaan tekstil besar di Indonesia, seperti PT Pan Brothers, PT Mataram Tunggal Garmen, dan PT Sritex Tbk.

Baca juga: Kemenperin fasilitasi industri TPT kembangkan tekstil khusus medis

“AK-Tekstil Solo telah menjadi pelopor pendidikan vokasi yang menjadi rujukan, karena membangun kolaborasi yang baik antara lembaga pendidikan dan industri," jelas Arus.

Artinya, AK-Tekstil Solo mampu memasok tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri TPT saat ini.

“Hal tersebut tidak luput karena adanya penyelenggaraan program unggulan BPSDMI, yakni link and match dengan pelaku industri yang mengintegrasikan kurikulum pendidikan di kampus dengan pendidikan industri sehingga proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri serta siap bekerja langsung di industri,” imbuhnya.

Pemilihan Solo sebagai lokasi pendirian unit pendidikan Kemenperin ini juga tidak terlepas dari ikon kota itu yang telah dikenal sebagai sentra tekstil di Indonesia, khususnya industri batik.

Baca juga: Pengusaha berharap industri garmen bisa diselamatkan saat pandemi

“Ke depannya, kerja sama ini akan dibicarakan lagi demi tumbuhnya dunia industri di Solo. Saya berharap semoga AK-Tekstil dan Solo Technopark bisa tumbuh untuk supply chain dari industri,” terang Arus.

Dalam pertemuan, kedua belah pihak juga telah sepakat untuk membahas lebih lanjut secara lebih detail mengenai rencana kerja sama ini.

“Setelah ini masih ada pertemuan lanjutan,” ungkap Gibran ketika memberi penjelasan kepada wartawan usai pertemuan berakhir.

Sebelumnya Kemenperin telah bekerja sama dengan Solo Technopark milik Pemkot Surakarta beserta Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah dalam rangka pendirian AK-Tekstil Solo pada akhir 2015 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 26 Januari 2016.

Baca juga: Kemenperin latih 200 industri TPT soal manajemen mutu