Kemenperin telurkan desainer fesyen dan kriya ramah lingkungan di IFCA

·Bacaan 2 menit

Kementerian Perindustrian konsisten menelurkan desainer fesyen dan kriya ramah lingkungan untuk mengembangkan ekosistem industri kreatif di Tanah Air lewat kompetisi Indonesia Fashion and Craft Awards (IFCA) 2021.

"Sejak 2019, IFCA hadir secara konsisten membangun serta mendorong para desainer muda menjadi agent of change yang mampu melakukan eksplorasi dan inovasi desain produk yang berbasis sustainability," kata Plt Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin Reni Yanita dalam acara penganugerahan IFCA 2021 di Jakarta, Selasa.

Reni mengungkapkan kompetisi IFCA 2021 digelar dengan tema "Adaptability in Responsible Design" untuk memberikan kesempatan kepada para desainer menciptakan produk inovatif dan kreatif, yang bisa menjawab tantangan di tengah ketidakpastian, dengan tetap memperhatikan keseimbangan alam serta keselarasan hubungan antarmanusia.

"Konsep desain sangat penting dalam rantai nilai penciptaan suatu produk karena berpengaruh terhadap bahan baku, proses produksi, hingga penyampaian produk kepada konsumen, yang pada akhirnya mendukung daya saing suatu produk," ucapnya.

Baca juga: Kemenperin dorong pelaku ekonomi kreatif lewat kompetisi IFCA 2021

Reni menambahkan kompetisi IFCA juga sejalan dengan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mencanangkan tahun ini sebagai "International Year of the Creative Economy for Sustainable Development".

Menurut dia, inisiatif ini menjadi sebuah kesempatan emas bagi Indonesia untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui sektor industri kreatif, terutama subsektor fesyen dan kriya.

Pulihnya sektor industri manufaktur ini terlihat dari angka purchasing managers' index (PMI) manufaktur Indonesia, yang pada September 2021 sebesar 52,2 meningkat dibanding Agustus sebesar 43,7.

Melalui IFCA, para desainer muda tak hanya diuji kemampuannya, tetapi juga mendapatkan proses pengembangan bisnis melalui pendampingan dari para praktisi, akademisi dan creative ecosystem builder atau penggiat komunitas kreatif.

"Kami berharap pada masa depan, para Alumni IFCA 2021 bisa menjadi ujung tombak dalam membangun industri yang lebih ramah lingkungan dan inklusif sehingga kita bisa menghadirkan dunia yang semakin nyaman bagi semua," kata Reni.

Para desainer juga memerlukan strategi selain meningkatkan konsep desainnya, agar unggul dalam persaingan.

"Kami perlu tekankan pentingnya menjalin komunikasi, engagement antara produk dengan penggunanya, agar produk yang nanti diluncurkan dapat fit to the market yaitu kesesuaian antara produk yang dipasarkan dengan kebutuhan konsumen," katanya.

Menurut Reni, desainer fesyen dan kriya juga harus mulai memperhatikan perilaku masyarakat, terutama konsumen sasarannya. Tujuannya, agar bisa memetakan kebutuhan masyarakat, sehingga konsep produk yang dipasarkan dapat sesuai dengan target konsumen utama.

Pada gelaran tahun ini, para pemenang IFCA akan mendapat uang pembinaan total senilai Rp130 juta untuk kategori kriya dan fesyen serta pembinaan usaha yang berkesinambungan.

Baca juga: Kemenperin gelar MOFP, berikut daftar pemenangnya
Baca juga: Kemenperin: PMI manufaktur RI pada September 2021 lampaui China

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel