Kemenperin terus tempa kompetensi penyuluh IKM di daerah

Faisal Yunianto
·Bacaan 2 menit

Kemenperin terus menempa kompetensi tenaga penyuluh industri kecil menengah (IKM) di seluruh wilayah Indonesia guna meningkatkan kemampuan mereka dalam mendukung daya saing IKM nasional di tengah tekanan dampak pandemi COVID-19.

“Kami aktif melaksanakan program peningkatan kompetensi sumber daya manusia, khususnya untuk memacu produktivitas sektor IKM selama menghadapi tantangan karena imbas pandemi,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Kamis.

Gati mengemukakan salah satu program yang telah digulirkan adalah pelatihan tingkat ahli bagi Pejabat Fungsional Penyuluh Perindag (PFPP).

“Kegiatan ini dalam rangka mengoptimalkan peran PFPP, agar sektor IKM kita dapat lebih inovatif dan kompetitif,” kata Gati.

Ditjen IKMA selaku instansi pembina PFPP, kata dia, memiliki visi besar menjadikan PFPP sebagai konsultan bagi IKM dengan memberikan layanan penyuluhan yang profesional di sektor industri. Saat ini, PFPP berjumlah 311 orang dan tersebar di 25 provinsi di Indonesia.

“Mereka merupakan salah satu ujung tombak pembinaan dan pendampingan IKM di daerah-daerah,” ungkap Gati.

Berdasarkan Kepmenperindag Nomor 537 Tahun 2003 dan Peraturan Menteri Perindustrian No 56 Tahun 2010, PFPP diwajibkan meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya untuk dapat naik jabatan dari PFPP Terampil ke PFPP Ahli.

“Serta sebagai PFPP Ahli Pertama dan Ahli Muda dengan latar belakang non-teknik untuk dapat mengemban jabatan sebagai PFPP Ahli yang mumpuni,” kata Gati.

Pelatihan yang digelar secara virtual ini juga melibatkan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin.

“Pelatihan tersebut diikuti 30 peserta yang terdiri dari PFPP Terampil yang akan naik jabatan ke PFPP Ahli, dan PFPP Ahli Pertama dan Ahli Muda dengan latar belakang pendidikan non-Teknik,” papar Gati.

Dalam pelatihan para peserta mendapatkan sejumlah materi penting, di antaranya tentang pajak UMKM, kelistrikan, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS) dan perizinan berusaha melalui Online Single Submission (OSS).

Para peserta berasal dari Provinsi Riau, Kota Depok, Kota Cirebon, Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jambi, Provinsi Papua, Kabupaten Magelang, Kabupaten Sleman, Kota Tarakan, Provinsi Jambi, Kota Tasikmalaya, Provinsi DI Yogyakarta, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Bangka Selatan.

“Dengan pelatihan ini diharapkan PFPP mampu berperan sebagai fasilitator, komunikator, motivator dinamisator dan inovator dalam penyuluhan, pembimbingan, penumbuhan, pembinaan dan pengembangan IKM. Hal ini tidak dapat dilakukan tanpa peningkatan kapasitas ilmu dan pengalaman jam terbang penyuluhan yang tinggi,” ujar Gati.

Baca juga: Kemenperin bimbing IKM pakaian bayi terapkan SNI wajib
Baca juga: Memulihkan IKM Sulawesi Tengah melalui restrukturisasi dan subsidi KUR
Baca juga: Kemenperin genjot pengembangan IKM fesyen dan kriya lewat IFCA 2020