Kemenpora dampingi pengelolaan laporan anggaran induk cabang olahraga

Gilang Galiartha
·Bacaan 2 menit

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan laporan pertanggungjawaban cabang olahraga penerima dana fasilitasi tahun 2020 sebagai bagian dari pengawasan penggunaan anggaran APBN agar tak menjadi masalah di kemudian hari.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti meminta 18 induk cabang olahraga dan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia yang menerima dana fasilitasi pelatnas tahun 2020 untuk menyelesaikan laporan pertanggungjawaban dengan baik, transparan, akuntabel, dan tepat waktu.

Baca juga: Kemenpora hanya akui pengurus PB ISSI yang diketuai Raja Sapta

"Pak Menteri tidak ingin fasilitasi ini menimbulkan masalah. Tentu ini terkait juga dari laporan keuangan cabor. Jangan sampai telat dan jangan sampai jika diaudit BPK menjadi temuan," kata Chandra dalam keterangan resminya, Selasa.

Apalagi Kemenpora untuk pertama kalinya berhasil meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap laporan keuangan tahun anggaran 2019. Predikat yang didapat setelah penantian 10 tahun itu harus dapat dipertahankan di tahun-tahun berikutnya.

Chandra menambahkan bahwa bimtek ini juga komitmen untuk melakukan perbaikan tata kelola Kemenpora. Induk cabang olahraga mulai Tahun Anggaran 2021 diminta menyampaikan proposal melalui aplikasi atau e-proposal sesuai permintaan KPK.

Baca juga: Kemenpora beri dana bantuan Rp3,9 miliar untuk pelatnas pencak silat
Baca juga: Kemenpora kucurkan Rp1,2 miliar untuk pelatnas renang Olimpiade


"Tahun 2021 usulan cabor itu melalui e-proposal yang merupakan bagian dari perbaikan tata kelola pelayanan publik, sehingga tidak ada lagi dalam penyampaikan proposal yang sifatnya langsung, sehingga semua lebih profesional dan lebih cepat," katanya.

"Jika ada masalah sampaikan dengan transparan dan detail. Ini penting, mulai dari komponen bantuan, akomodasi, peralatan, try out dan sebagainya, semua harus disampaikan dengan transparan dan detail," tambah dia.

Kemenpora, lanjut dia, berkomitmen siap melakukan pendampingan kepada tim administrasi seluruh induk organisasi cabang olahraga yang menemui kesulitan dalam pengelolaan dana pelatnas, termasuk pembuatan laporan pertanggungjawaban.

Baca juga: Kemenpora libatkan penyandang disabilitas dukung Olahraga Tanpa Batas
Baca juga: Kemenpora hati-hati lunasi honor panitia Asian Games 2018