Kemenpora dukung panjat tebing pelatnas tanpa henti tatap Olimpiade

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) siap mendukung dan memfasilitasi atlet panjat tebing untuk melakukan pemusatan latihan nasional (pelatnas) sepanjang tahun sebagai persiapan menatap Olimpiade Paris 2024.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti mengatakan atlet panjat tebing Indonesia, seperti Kiromal Katibin dan Veddriq Leonardo telah menunjukkan prestasinya di kejuaraan dunia, terlebih panjat tebing masuk dalam salah satu program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

“Seperti Veddriq, Katibin dan pelatih Hendra Bashir, tentu mereka tidak akan istirahat lama. Mereka akan langsung mengikuti pelatnas dan periodeisasi dari tahapan-tahapan yang sudah ditetapkan, seperti nanti ada tryout lagi, “

“Mereka akan ikut dan pemerintah akan mendukung penuh secara optimal terhadap atlet-atlet yang memang sudah menunjukkan prestasi yang dipersiapkan untuk Olimpiade yang menjadi sasaran utama DBON," kata Chandra dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

Baca juga: Atlet panjat tebing Kiromal Katibin kembali pertajam rekor dunia di AS
Baca juga: Atlet panjat tebing Indonesia Veddriq juara di Amerika Serikat

Katibin dan Veddriq yang merupakan juara dunia itu sudah menginjakkan kakinya di Tanah Air pada Rabu (1/6) dini hari setelah berlaga pada ajang World Cup International Sport Climbing (IFSC) 2022 pada Mei lalu di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat.

Kiromal Katibin sukses menjadi juara dunia pada kategori men’s speed setelah mengalahkan wakil Amerika Serikat, Noah Bratschi dengan catatan waktu 5,64 detik, bahkan dirinya mampu mempertajam sekaligus memecahkan rekor dunia nomor speed putra dengan catatan waktu 5,10 detik pada babak kualifikasi di World Cup International Sport Climbing (IFSC) 2022 ini.

Ini menjadi kali keduanya bagi Katibin mempertajam rekor dunia dalam satu tahun terakhir, setelah mencetak rekor dengan catatan 5,17 detik pada ajang yang sama ketika berlangsung di Seoul, Korea Selatan, pada 6 Mei lalu, dengan mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang kompatriotnya Veddriq Leonardo pada World Cup International Sport Climbing (IFSC) 2021 di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat dengan catatan waktu 5,25 detik.

Sedangkan Veddriq Leonardo menyandang gelar juara dunia di lokasi dan ajang yang sama, setelah mengalahkan wakil Austria Tobias Plangger dengan mencatatkan waktu 6,33 detik.

Chandra meminta agar prestasi kedua atlet tersebut dapat terus dipertahankan apalagi nomor speed yang dimenangkan Katibin dan Veddriq itu akan dimainkan pada Olimpiade Paris 2024.

Baca juga: FPTI terus siapkan atlet untuk Olimpiade Paris 2024
Baca juga: Indonesia sapu bersih podium Piala Dunia Panjat Tebing 2022 di Seoul
Baca juga: Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2022 digelar di Jakarta pada September

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel