Kemenpora Siap Fasilitasi TC Jangka Panjang PSSI Menuju PD U-20 2023

Pratama Yudha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kementerian Pemuda dan Olahraga berjanji mendukung PSSI dalam mempersiapkan Timnas Indonesia menuju Piala Dunia U-20 2023. Hal itu diungkapkan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali.

Seperti diketahui, impian Jack Brown cs untuk tampil di Piala Dunia U-20 2021 harus pupus lantaran FIFA membatalkan perhelatan dua tahunan itu. Pandemi virus corona COVID-19 yang belum mereda jadi alasan utama induk sepakbola dunia itu membatalkan event sepakbola remaja paling akbar sedunia tersebut.

Kendati demikian, FIFA tetap mempertahankan hak Indonesia untuk menjadi tuan rumah pada edisi 2023 mendatang. Namun, yang jadi masalah adalah pemain yang disiapkan dipastikan berbeda.

Selama ini, PSSI menggenjot persiapan dengan menunjuk pelatih Shin Tae-yong guna menghadapi Piala Dunia U-20 2021. Nyatanya, materi pemain yang saat ini tengah dimatangkan, tak bisa digunakan pada 2023 mendatang.

Pasalnya, usia mereka dipastikan telah lebih dari 20 tahun pada 2023. Kondisi ini membuat PSSI harus mencari pemain lain guna diturunkan pada edisi 2023 mendatang.

Menyoal tersebut, Menpora Zainudin menegaskan siap memberikan dukungannya terkait rencana PSSI mempersiapkan Timnas untuk 2023 mendatang. Kini, Zainudin menunggu proposal yang akan diajukan induk sepakbola Indonesia itu guna memfasilitasi persiapan tersebut.

"Untuk persiapan Timnas, kami sedang menunggu dari PSSI tentang perencanaan TC jangka panjang, siapa yang akan ikut di situ. Prinsipnya Kemenpora siap memfasilitasi tapi menunggu perencanaan dari PSSI," ujar politikus asal Gorontalo dalam konferensi pers virtual melalui Zoom, Selasa 5 Januari 2021.

Terkait infrastruktur yang saat ini tengah dibangun, Zainudin, yang juga menjabat Ketua Panitia Pelaksana Piala Dunia U-20 (INAFOC), menerangkan jika prosesnya tetap berlanjut. Hal ini dilakukan agar pada 2023 Indonesia tinggal fokus pada pembangunan prestasi.

"Untuk Piala Dunia U-20, sebagaimana sudah diketahui ditunda ke 2023, tapi persiapannya terutama infrastruktur tetap jalan sesuai dengan jadwal yang dikerjakan, baik pemerintah pusat maupun daerah. Tak ada masalah dan tak ada penghentian," jelas Zainudin.