Kemenpora Tegaskan Transformasi PSSI Langsung Dipandu oleh FIFA

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali menyatakan bahwa transformasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) langsung di bawah panduan dan pengawasan FIFA. Pemilik otoritas sepak bola dunia itu memberikan panduan pada PSSI untuk melakukan transformasi usai tragedi Kanjuruhan Malang.

"Itu kan dipandu langsung oleh FIFA. FIFA langsung yang memandu transformasi itu, dan mereka sudah melakukan itu. Kita lihat di kompetisi nanti. Transformasi itu akan terlihat, tercermin saat ada kompetisi," ungkap Zainuddin Amali di Kota Malang, Senin (21/11).

Pemerintah tegas Zainuddin Amali, tidak akan intervensi termasuk dalam kaitan perubahan kepengurusan melalui Kongres Luar Biasa (KLB). Pelaksanaan KLB harus berjalan sesuai dengan statuta FIFA.

"Itu kan mereka jalan sendiri, kita pemerintah tidak akan masuk ke situ. tidak akan intervensi," tegasnya.

Zainuddin Amali mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo melakukan komunikasi dengan FIFA. Langkah tersebut bukan bentuk intervensi tetapi lebih pada upaya menyelamatkan Sepak Bola Indonesia.

"Itu menyelamatkan, daripada kita di-banned (dilarang) kalau Pak Jokowi tidak berkomunikasi dengan Presiden FIFA, bisa jadi kita di-banned," tegasnya.

Sepak bola Indonesia akan mendapat dampak buruk jika FIFA mengambil keputusan mem-banned sepak bola Indonesia. Apalagi Indonesia bakan menjadi tuang rumah Fifa Cup under 20.

Lanjut Amali, nasib sepak bola Indonesia akan sama seperti tahun sebelumnya, bahkan lebih parah. Karena dikeluarkan lagi, secara peringkat akan melorot jauh dan tidak diperkenankan menggelar aktivitas.

"Kita harusnya mengapresiasi luar biasa langkah Presiden untuk berkomunikasi dengan FIFA, kalau tidak kita diben," katanya.

"Kalau internal urusan federasi sih tidak (intervensi). Silakan saja. Kan KLB, ya silakan, mereka tentukan sendiri, FIFA memutuskan apa. Kita mematuhi," ungkapnya.

Zainuddin menegaskan bahwa transformasi itu salah satu tujuannya memastikan masing-masing yang bertanggungjawab itu mengetahui tugasnya. Sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik berdasarkan koridor ketentuan yang tersedia.

"Peraturan Polri sudah dibuat. peraturan Polri itu mengakomodasi peraturan FIF dan statuta PSSI. Internal Polri sendiri kan sudah ada aturannya, kemudian mengadopsi FIFA, dan mengadopsi statuta PSSI," pungkasnya.

Menpora selama dua hari berada di Kota Malang, Jawa Timur. Serangkaian kegiatan dihadirinya, termasuk membuka Pekan Olah Raga Wartawan Nasional (Porwanas) XIII, Senin (21/11) malam. [cob]