Kemensetneg Pilih PT TWC sebagai Pengelola Baru TMII

·Bacaan 2 menit

VIVAKementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), memilih PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero), sebagai pengelola baru Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Setelah kementerian dan perusahaan tersebut menandatangani Kerja Sama Pemanfaatan (KSP).

Penandatanganan Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) antara Kemensetneg dengan PT TWC dilakukan Kamis, 1 Juli 2021. Dengan begitu, sekaligus menandai secara resmi bahwa TMII ke depan pengelolaannya oleh PT TWC.

Dalam siaran pers Kemensetneg, penandatanganan perjanjian KSP TMII dilakukan oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama dan Direktur Utama PT TWC, Edy Setijono. Disaksikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo. Juga hadir perwakilan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

Dalam siaran pers tersebut, PT TWC dipilih sudah sesuai dengan perundang-undangan. Pertimbangannya, TWC adalah BUMN yang bergerak di bidang pengembangan pariwisata.

Dalam perjanjian KSP itu, antara lain menegaskan bahwa Pengelolaan TMII oleh PT TWC dilaksanakan dalam jangka waktu 25 tahun terhitung sejak 1 Juli 2021.

Juga, kewajiban Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berupa kontribusi tetap dan kontribusi berdasarkan proporsi pembagian keuntungan yang telah disepakati. Dengan begitu, diharapkan pengelolaan TMII ke depan akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pendapatan negara.

Kemensetneg berharap, PT TWC ke depan bisa membangun TMII yang memiliki potensi besar dalam menghadirkan wisatawan. Juga masukan dari masyarakat melalui kementerian, bisa dijadikan pertimbangan guna mengembangkan TMII menjadi lebih baik.

Diharapkan, fasilitas yang ada di TMII saat ini bisa dimanfaatkan dengan lebih baik, dan memberi manfaat bagi publik. Utamanya sebagai wahana untuk menuangkan inovasi dan kreatifitas dengan menjadikan TMII sebagai The Ultimate Showcase of Indonesia.

“Bagaimana kita bisa mengembalikan keindahan kebhinnekaan Indonesia, kekayaan kebudayaan Indonesia, dan keindahan alamnya Indonesia melalui Taman Mini Indonesia Indah sebagai The Ultimate Showcase of Indonesia,” kata Mensesneg Pratikno, dalam sambutannya.

Selama berlangsungnya KSP, objek KSP tetap menjadi milik Kemensetneg dan PT TWC tidak boleh mengalihkan atau menjaminkan kepada pihak lain.

“PT TWC wajib menyampaikan laporan-laporan kepada Kemensetneg terkait dengan pelaksanaan pengelolaan Objek KSP,” kata Pratikno.

Sementara Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan bahwa PT TWC memiliki visi untuk menjadikan TMII sebagai heritage destination management di tingkat global.

Kartika menegaskan, TMII ke depan akan menjadi tempat yang mengangkat keragaman budaya Tanah Air. Dengan menampilkan sisi yang lebih kekinian, relevan, dan inspiratif.

“PT TWC telah memiliki rencana jangka pendek ataupun jangka panjang, termasuk di antaranya community engagement, cultural entertainment, education & preservation, tourism dan international events yang akan dilakukan di wajah baru TMII sebagai Indonesia Opera. Melalui kerja sama pemanfaatan TMII, diharapkan tercipta sebuah landmark Indonesia yang juga dapat mengoptimalisasi wisatawan global nantinya,” kata Kartika Wirjoatmodjo.

Ke depan TMII diharapkan lebih profesional, dan mendorong agar bertransformasi menjadi cultural theme park berstandar internasional. TMII juga diharapkan dapat melakukan inovasi baru, memaksimalkan penggunaan IT dan mengombinasikan budaya, taman wisata, atraksi, serta ruang publik kreatif sehingga dapat bermanfaat lebih optimal bagi masyarakat luas dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi keuangan negara.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel