Kemensos akan berikan santunan duka korban banjir bandang Torue

Kementerian Sosial (Kemensos) berencana akan memberikan santunan duka kepada korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

"Tim dari Kemensos tiba di Palu pada Sabtu 30 Juli 2022, mereka ke lokasi banjir melakukan peninjauan untuk memberi bantuan kemanusiaan, sekaligus memastikan korban meninggal dunia, karena mereka akan memberikan santunan duka," kata Kepala Dinas Sosial Sulteng kata Siti Hasbia ditemui di Torue Parigi Moutong, Jumat.

Ia menjelaskan, Kemensos juga telah menyiapkan bantuan kebutuhan dasar dari Balai Nipotove Palu dan Balai Sosial Makassar, namun sebelum penyaluran dilakukan kajian dan pengumpulan data terlebih dahulu menyangkut kebutuhan mendesak warga terdampak.

Santunan duka diberikan, akan merujuk pada surat keputusan (SK) penetapan tanggap darurat bencana yang dikeluarkan Bupati Parigi Moutong.

Baca juga: Banjir memaksa warga mengungsi di Torue, Parigi Moutong

Baca juga: BPBD Palu kerahkan personel bantu korban banjir bandang Torue

"Kami belum mendapat informasi berapa nilai santunan duka diberikan nanti," ucap Hasbia.

Saat ini, katanya, Dinsos Sulteng telah membawa personel taruna siaga bencana (Tagana) untuk ikut bergabung dengan relawan yang lebih dulu berada di lokasi bencana membantu warga terdampak.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, Siti Hasbia saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di lokasi banjir Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. ANTARA/Moh Ridwan
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, Siti Hasbia saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di lokasi banjir Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. ANTARA/Moh Ridwan


Selain itu, pihaknya juga telah membawa perlengkapan dan kebutuhan dasar korban banjir berupa makanan siap saji, dan kebutuhan bayi.

"Dalam penanganan banjir kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Poso, karena akses mereka ke Parigi Moutong relatif dekat supaya kekuatan personel Tagana dan sosial semakin kuat," tutur Hasbia.

Dikemukakannya, Dinsos Sulteng juga membuka dapur umum untuk melayani konsumsi korban bencana, sebab saat ini dapur umum masih minim.

"Kami melihat dapur umum didirikan hanya satu, oleh karena itu kami berinisiatif menambah dapur umum supaya pelayanan konsumsi lebih cepat," demikian Hasbia.*

Baca juga: DPRD Parigi minta Pemda segera tetapkan tanggap darurat banjir Torue

Baca juga: Korban banjir Torue Parigi Moutong butuh logistik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel