Kemensos bantu modal usaha105 penyandang disabilitas di Pariaman

Kementerian Sosial (Kemensos) RI memberikan bantuan kepada 105 penyandang disabilitas di Kota Pariaman, Sumatera Barat untuk mempermudah mereka beraktivitas serta meningkatkan perekonomian berupa modal usaha.

"Jadi, yang menerima bantuan ada 105 dari 315 orang yang kami usulkan ke Kemensos, bantuan yang diberikan bermacam-macam," kata Kepala Dinas Sosial Kota Pariaman Muhamad Rum di Pariaman, Selasa.

Baca juga: Ratusan disabilitas di Padang Pariaman masuk ke DPT

Ia merinci bantuan yang diberikan tersebut mulai dari sembako 97 paket, enam unit kursi roda, belasan unit kasur, empat etalase serta bantuan modal usaha minuman, pulsa, dan peralatan untuk berjualan gorengan.

Bantuan tersebut telah diserahkan kepada penerima manfaat pada Senin (7/11), namun ada sejumlah bantuan lainnya yang belum terealisasi karena diperlukan pengukuran, seperti alat bantu dengar serta kaki palsu.

Ia menyampaikan bantuan dari Kemensos tersebut dapat membantu warga Pariaman yang mengalami kendala beraktivitas karena keterbatasan fisik.

"Kami sebelumnya juga memberikan bantuan untuk disabilitas di Pariaman, baik melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pariaman maupun melalui APBD, Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) dan Program Keluarga Harapan Disabilitas," katanya.

Pada tahun lalu, kata dia, 174 penyandang disabilitas di Pariaman juga mendapatkan bantuan dari Kemensos, baik berupa kaki palsu, kursi roda, sembako, dan tempat tidur.

Baca juga: Kemensos bantu pengobatan penyandang disabilitas di OKI

Baca juga: Mensos beri motivasi penyandang penyakit berat dan disabilitas di Aceh

Ia mengatakan untuk 210 penyandang disabilitas yang tidak mendapatkan bantuan pada tahun ini akan diusulkan mendapatkan bantuan dari Kemensos pada 2023. "Kami mengharapkan tahun depan sekitar 210 penyandang disabilitas ini mendapatkan bantuan pada 2023," ujarnya.

Namun, lanjutnya, pihaknya tetap akan memberikan bantuan tersebut, baik melalui Baznas, LKKS, maupun APBD. Berupa sembako guna menekan kesenjangan sosial di daerah itu.