Kemensos dorong pilar sosial-elemen masyarakat inisiasi usaha ekonomi

Kementerian Sosial mendorong semua elemen masyarakat, termasuk pilar-pilar sosial, untuk berkontribusi terhadap percepatan penanganan kemiskinan dengan meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat

Dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Minggu, Direktur Jenderal (Dirjen) Pemberdayaan Sosial Edi Suharto, mewakili Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif Karang Taruna di Kota Surabaya dengan usaha cuci motor dan mobil.

Ia mencontohkan apa yang dilakukan Karang Taruna di Kota Surabaya, yang meluncurkan salah satu usaha di bidang cuci motor dan mobil dengan nama “Gas Auto Wash Mobil & Motor," sebagai rintisan usaha mandiri, kewirausahaan mikro yang dikembangkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kami mengapresiasi langkah Karang Taruna di Surabaya. Hal ini bisa membantu pemulihan ekonomi, apalagi Karang Taruna kan ada di seluruh tanah air. Usaha seperti ini juga bisa membantu meningkatkan pendapatan kaum muda yang belum memiliki kegiatan ekonomi atau mereka yang terkena PHK karena dampak pandemi,” kata Edi.

Baca juga: Moeldoko tekankan peran pemda dalam penghapusan kemiskinan ekstrem

Baca juga: Menkeu: Peningkatan inklusi keuangan perempuan kurangi kemiskinan

Sejauh ini, kata Edi, Kemensos telah banyak memberikan bantuan kewirausahaan kepada kelompok- kelompok mikro. Dia menyatakan, dengan asesmen secara menyeluruh, Kemensos siap membantu pengembangan usaha mikro oleh masyarakat baik berupa bantuan modal atau bantuan penguatan kapasitas.

Edi juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan semua stakeholder termasuk dengan Kemensos. Saat ini, Mensos Risma tengah menggariskan kebijakan untuk memberikan bantuan kewirausahaan terhadap penerima bansos usia 40 tahun ke bawah.

Dalam kesempatan sama, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan apresiasi dan terima kasih, baik kepada Kemensos maupun kepada Karang Taruna di Kota Pahlawan. Eri menyatakan, Pemerintah Kota Surabaya membutuhkan sinergi dengan semua pihak untuk mempercepat penanganan kemiskinan, termasuk dengan Kemensos.

Baca juga: Jateng siap hapus kemiskinan ekstrem pada 2024
Baca juga: Menilik Inpres tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem

Bagi Eri, bantuan Kemensos sangat membantu Pemkot Surabaya. Ada dua dampak positif dari dukungan Kemensos terhadap kegiatan kewirausahaan sebagaimana dikembangkan Karang Taruna.

“Pertama, dapat mengurangi masyarakat berpenghasilan rendah di Surabaya. Dan kedua menciptakan lapangan pekerjaan atau mengurangi pengangguran. Selain berupa usaha cuci mobil, Karang Taruna juga membangun usaha di Kampung Jahit di lokasi lain,” kata Eri.

Dengan kerja sama semua pihak, Eri berharap, usaha-usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat diakselerasi.

Ketua Karang Taruna Kota Pahlawan Fuad Benardi menyatakan, akan terus berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Pahlawan. Usaha cuci motor dan mobil ini akan terus berproses dan dikembangkan, menjadi bengkel dengan layanan lengkap.

“Kita akan menjalin kerja sama dengan semua pihak baik di Surabaya maupun dengan Kemensos dan pihak lain. Sebab, untuk dapat berkembang masih dibutuhkan bantuan, termasuk mungkin pelatihan atau dukungan penguatan kapasitas lainnya,” katanya.

Baca juga: Ketua DPD sebut pengentasan kemiskinan harus secara fundamental

Baca juga: BPS akan lakukan pendataan penduduk miskin ekstrem

Baca juga: Pemerintah berkomitmen hapus kemiskinan ekstrem pada 2024

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel