Kemensos kerahkan tim pemulihan untuk korban sekolah ambruk

Kementerian Sosial (Kemensos) mengerahkan Tim Layanan Dukungan Psikososial untuk korban ambruknya atap Sekolah Dasar Muhammadiyah 3 Bogor Playen, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Kemensos melalui Sentra Antasena di Magelang menangani sebagian siswa yang masih menunjukkan keengganan untuk pergi ke sekolah karena melihat langsung temannya tertimpa atap.

“Dari hasil asesmen, memang anak-anak memerlukan layanan dukungan sosial (LDP) untuk pemulihan trauma. Dari Sentra Antasena, kita menurunkan pekerja sosial dan penyuluh sosial untuk berikan kegiatan rekreatif agar anak-anak bisa sejenak melupakan kejadian traumatis itu,” kata Kepala Sentra Antasena Mas Kahono Agung dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Rabu.

Kejadian nahas yang merenggut nyawa satu siswa itu menyisakan trauma bagi siswa maupun orang tua.

Mendampingi Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Efendi, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Non Alam (PSKBSNA) Mira Riyati Kurniasih hadir meninjau lokasi kejadian di Jalan Manthous KM 2 Playen, Gunung Kidul, Yogyakarta, Senin (14/11).

Kehadiran Mira juga atas arahan Mensos untuk memberikan santunan kepada ahli waris korban meninggal dan korban luka-luka.

“Setelah kejadian, kami langsung diinstruksikan Bu Menteri (Menteri Sosial) untuk berikan santunan dan alhamdulillah tanggal 11 (November) kemarin sudah selesai kami berikan. Untuk korban meninggal kami serahkan santunan sebesar Rp15 juta, langsung ke rumah duka. Sedangkan yang luka-luka juga sudah kami berikan, masing-masing Rp2,5 juta,” kata dia.

Selain santunan, Kemensos juga memberikan bantuan senilai Rp100 juta untuk perbaikan atap sekolah yang rubuh. Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Menko PMK kepada perwakilan SD Muhammadiyah 3 Bogor Playen. Adapun sebagai tambahan, masing-masing korban juga mendapatkan paket sembako.

Sebelumnya, atap SD Muhammadiyah 3 Bogor Playen Gunung Kidul roboh pada Selasa (8/11). Kejadian ini berlangsung saat proses belajar mengajar masih berlangsung hingga menyebabkan satu anak meninggal dunia dan 11 lainnya mengalami luka-luka.


Baca juga: Menko PMK tinjau lokasi insiden atap ambruk SD Muhammadiyah Bogor
Baca juga: UAD memberikan trauma "healing" kepada siswa SD Muhammadiyah Bogor
Baca juga: Haedar: Muhammadiyah tanggung jawab runtuhnya atap SD di Gunungkidul