Kemensos kirim tim ke Aceh Timur verifikasi rumah tidak layak huni

Kementerian Sosial (Kemensos) RI mengirimkan tim khusus ke Kabupaten Aceh Timur untuk memverifikasi rumah tidak layak huni yang diusulkan menerima bantuan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur Elfiandi di Aceh Timur, Selasa, mengatakan tim beranggota empat orang tersebut memverifikasi rumah tidak layak huni yang diusulkan menerima bantuan di beberapa desa di Kabupaten Aceh Timur.

"Tujuan kedatangan tim Kemensos ini untuk verifikasi rumah tidak layak huni yang menerima bantuan. Usulan disampaikan pihak desa melalui rekomendasi kecamatan ke Menteri Sosial RI di Jakarta," kata Elfiandi.

Efliandi mengatakan rumah tidak layak huni yang diverifikasi di antaranya di Gampong Dama Pulo Dua dan Gampong Seuneubok Simpang, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, sebanyak 12 rumah.

Baca juga: Dinas Perkimtan Palembang targetkan rehabilitasi 4.000 RTLH

Baca juga: Surabaya perbaiki 419 rumah tidak layak huni dari Januari hingga Juni

Kemudian, tim juga memverifikasi 10 rumah tidak layak huni di Kecamatan Idi Rayeuk, tiga rumah di Kecamatan Peudawa, serta Kecamatan Peureulak Barat dan Kecamatan Rantau Selamat, masing-masing satu rumah.

"Jadi, totalnya 27 rumah warga yang diverifikasi, apakah layak menerima bantuan atau tidak. Layak tidaknya, Kemensos yang menentukan. Kami hanya memfasilitasi kedatangan tim tersebut," kata Elfiandi.

Elfiandi mengatakan dalam verifikasi tersebut sebagian rumah tidak layak huni itu masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Sebagian lagi rumah penerima bantuan berdasarkan usulan desa.

"Kami berharap semua rumah tidak layak huni yang diverifikasi tersebut bisa direkomendasikan mendapatkan bantuan Kementerian Sosial RI," kata Elfiandi.*

Baca juga: Kementerian PUPR anggarkan Rp42,2 miliar untuk bedah rumah di Sumbar

Baca juga: Kementerian PUPR: 2.016 rumah tidak layak huni di Kaltim dapat bantuan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel