Kemensos Minta Masyarakat Terlibat Aktif Perangi Narkoba

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Kementerian Sosial meminta masyarakat untuk terlibat aktif memerangi bahaya narkoba. Pasalnya saat ini, tercatat di Indonesia ada 4 juta pengguna nakoba dan hal ini sangat memprihatinkan.

"Apel siaga, dan Gong Gerakan Ayo Perangi Narkoba (Gapenko) ini digelar untuk makin menyadarkan masyarakat akan bahaya narkoba. Acara ini dilatarbelakangi pertumbuhan pengguna narkoba yang luar bisa, mencapai 4 juta jiwa," tutur Sekertaris Jendral Kementrian Sosial Toto Utomo Budi Santosa di Plaza Barat GBK, Minggu (22/6/2013) di acara apel siaga memerangi narkoba dalam rangka peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI).

Budi menilai belakangan ini bisnis haram narkoba kerap dijadikan penghasilan dan industri yang untungnya sangat menggiurkan oleh beberapa pihak.

Untuk itu, Budi menegaskan upaya pencegahan dan memerangi narkoba harus lebih diutamakan disamping juga sisi penegakan hukum bagi para penyalahgunaan narkoba tersebut.

"Penindakan dan penangkapan baik dari Polisi maupun BNN saja tidak cukup. Yang penting itu pencegahan bekerja sama dengan masyarakat dan LSM serta komponen yang ada. Kalau yang melakukan pencegahan hanya institusi saja, itu tidak akan bisa memerangi narkoba," terang Budi.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.