Kemensos petakan kemiskinan guna kurangi kejadian kekerasan anak

Kementerian Sosial (Kemensos) memetakan lokasi-lokasi yang terdapat kemiskinan warga untuk mengurangi kejadian kekerasan terhadap anak.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini saat ditemui di Jakarta, Kamis, mengatakan persoalan utang budi hingga kemiskinan menjadi faktor anak-anak mengalami kekerasan.

"Temuan itu kami dapatkan dari pemantauan Kemensos terhadap peristiwa anak, melalui skrining media setiap hari," kata Mensos Risma.

Baca juga: Kemensos luncurkan program pemberdayaan untuk ribuan KPM PKH

Salah satu contohnya, kata dia, ada orang tua yang membiarkan anaknya diperkosa lantaran memiliki utang budi dengan seseorang.

Selain itu, masalah kemiskinan orang tua juga mempengaruhi rendahnya pengawasan terhadap anak, terutama jika menitipkan anak kepada kerabat.

"Sekarang yang sedang kita lakukan adalah memetakan lokasi-lokasi yang banyak terdapat kemiskinan warga," ujar Risma.

Baca juga: Kemensos alokasikan Rp9,6 triliun bantu 4 juta anak yatim piatu

Mensos mengatakan kasus kekerasan atau perundungan pada anak yang membuat dia menutup lokalisasi Dolly di Putat Jaya, Surabaya, saat menjadi Wali Kota Surabaya dahulu.

Oleh karena itu, dia berupaya membuat program konseling teman sebaya, agar anak-anak dapat saling curhat.

Selain itu, Mensos Risma juga sedang mengupayakan bantuan pemberdayaan ternak dan pertanian untuk para orang tua, agar tidak harus bekerja di luar negeri dan meninggalkan anak-anak mereka.

Baca juga: Kemensos: Balai terdekat harus respon pemerkosaan terhadap disabilitas

"Nah sekarang kita lagi buat aktivitas di situ, orang tuanya, bapaknya kita kasih bantuan untuk kita buatkan ternak, kita buatkan untuk pertanian, kita buatkan itu," kata dia.

Mensos Risma juga menyayangkan adanya kasus perundungan yang dialami seorang bocah berusia 11 tahun di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel