Kementan ajak Universitas Syah Kuala kembangkan Kopi Gayo

Royke Sinaga
·Bacaan 2 menit

Kementrian Pertanian (Kementan) mengajak Universitas Syiah Kuala (USK) untuk mengembangkan Kopi Gayo dari berbagai aspek dalam upaya meningkatkan produtivitas dan varietas.

“Kualitas dan ketenaran Kopi Gayo merupakan modal besar untuk dioptimalkan dan bisa memenangkan banyak peluang di pasar global,” kata Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkebunan, Kasdi Subagyono di Darussalam, Banda Aceh, Sabtu.

Ia menjelaskan, saat ini produksi kopi Indonesia di tingkat dunia over suplly. Produksi kopi dunia 10,5 Juta lebih, dengan tingkat konsumsi kurang dari sepuluh juta.

Karenanya, Kopi Gayo dipandang bisa berbicara banyak dengan catatan terus melakukan sejumlah pembenahan.

"Saya tertarik karena USK punya laboratorium ataupun pusat penelitian kopi. Produksi kopi kita terbatas, apalagi produktivitasnya yang tidak lebih dari 0,8 ton per hektar. Kalau bicara produktivitas, kita harus jemput dengan inovasi supaya meningkat," kata Kasdi Subagyono.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pihaknya yakni mengembangkan klon atau varietas baru yang produktivitasnya di atas satu ton.

Ia mengatakan di lembaga penelitian Dirjen Perkebunan sudah memiliki klon atau varietas yang bisa menghasilkan 2,5 sampai 3 ton per hektare.

"Bicara Aceh tidak bisa lepas dari Kopi Gayo, mari angkat itu dan fokus. Kopi Gayo nantinya akan memancing pasarnya," katanya.

Terkait produktivitas, salah satu strategi yang dimiliki Kementan adalah replanting, ini terkait soal peremajaan kopi.

Karena itu, pihaknya mendorong adanya agenda inovasi untuk menggerakkan pertani. Kementan punya konsep pengembangan kawasan berbasis korporasi pertanian.

Rektor USK, Prof Samsul Rizal menyatakan USK siap berkolaborasi dengan Dirjen Perkebunan untuk menggarap Kopi Gayo lebih unggul, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Ia mengatakan kemungkinan besar USK langsung mendorong mahasiswa untuk KKN ke daerah penghasil kopi seperti Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues.

“Kita akan menggandeng mahasiswa dari Fakultas Pertanian, Perternakan, Ekonomi dan Bisnis serta fakultas lainnya, sehingga akan ada sumber daya baru yang bisa dihasilkan," kata Rektor.
Baca juga: Tingkatkan wisatawan, Aceh gelar Festival Kopi Kutaraja
Baca juga: Ketika harga kopi Gayo tidak sesedap seruput para penikmatnya