Kementan Buka Penyebab Harga Cabai Anjlok

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) membeberkan penyebab harga cabai anjlok di pasar. Jatuhnya harga disebut akibat faktor kelebihan produksi atau surplus.

Melansir data produksi aneka cabai nasional pada Januari hingga Juli 2021 terdapat produksi sebanyak 163.293 ton. Sedangkan, kebutuhan cabai hanya sebesar 158.855 ton.

Kondisi surplus harga cabai diungkapkan Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Tommy Nugraha.

"Hingga Juli kita surplus 4.439 ton. kebutuhan masyarakat terhadap aneka cabai masih dapat dipenuhi dari hasil produksi di dalam negeri," ucapnya kepada Merdeka.com, Minggu (29/8/2021).

Surplus produksi cabai ini telah diantisipasi Kementan. Para stakeholder, baik pengusaha lokal dan pemerintah daerah diminta segera menyerap hasil cabai petani.

Kementan juga menilai perlu dukungan pemasaran di level pedagang, di mana harus ada intervensi pemerintah.

"Kami sudah memastikan produksi cukup sehingga gejolak harga tinggi tidak terjadi kembali. Maka penguatan intervensi pemerintah di hilir juga harus kuat. Kami mohon para petani kami dibantu agar harga tidak anjlok," papar dia.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Bambang Sugiharto juga mengatakan kondisi produksi saat ini dalam kondisi baik dan surplus.

“Kami mendengar ada penurunan harga di pasaran. Karenanya kami dorong agar industri dalam negeri dapat menyerap produksi petani. Begitu pula pemda agar juga menjaga harga di level petaninya baik. Kita perlu bersama menjaga semangat petani,” tegasnya.

Saat ini Kementan menurut Bambang menyiapkan mobil berpendingin untuk mengangkut cabai dari lahan dengan gratis tanpa biaya kirim. Bahkan untuk pengolahan, Kementan telah memberi bantuan pasca panen bagi petani binaan.

"Kami juga telah bersurat pada dinas terkait di 34 propinsi untuk menyerap produk petani. Alokasi anggaran untuk bantuan pasca panen juga telah ada, agar kualitas produksi petani terjaga," tutupnya.

Dikeluhkan Pedagang

Pedagang melayani pembeli cabai di pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (7/4/2021).   (merdeka.com/Imam Buhori)
Pedagang melayani pembeli cabai di pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (7/4/2021). (merdeka.com/Imam Buhori)

Perlu diketahui, saat ini, stok cabai yang melambung karena masa panen di sejumlah daerah membuat harga cabai di pasaran jadi turun drastis atau anjlok. Harga anjlok ini dikeluhkan sejumlah pedagang di sektor hilir.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran keluhkan minimnya daya beli masyarakat. Dia menuturkan tiga jenis cabai mengalami penurunan dan bawang putih juga ikut turun

.“Pasokan banyak, tapi jualnya yang susah,” katanya saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (27/8/2021).

Menurut data yang diberikannya, harga cabai merah besar TW turun dari Rp 22 Ribu perkilogram jadi Rp 18 Ribu. Kemudian, cabai hijau besar turun dari Rp 15 ribu jadi Rp 14 ribu perkilogram.

Kemudian, cabai keriting hijau turun dari Rp 14 ribu jadi Rp 12 ribu, sementara bawang putih yang juga ikut turun dari Rp 27 ribu jadi 26 ribu perkilogram.

Dari data tersebut, selisih terbesar setelah harga turun dialami cabai merah besar TW dengan selisih sekitar Rp 4 ribu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel