Kementan dan Best Planter Indonesia Siap Cetak Asisten Unggul Perkebunan Kelapa Sawit

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Untuk mengenali jati diri, membentuk sifat yang baik, meningkatkan kepedulian terhadap sesama serta meningkatkan kreativitas generasi muda di sektor pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan pendidikan karakter melalui pendidikan vokasi.

Salah satunya, melalui Program Pelatihan Asisten Unggul (PAU) Tahun 2021, yang merupakan kerjasama BPPSDMP dengan Best Planter Indonesia.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, Kementan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi demi meningkatkan kualitas SDM pertanian.

“Pendidikan vokasi punya peran penting hasilkan petani milenial yang berjiwa entrepeneur. Melalui pendidikan vokasi kita menghubungkan dengan industri-industri agar lulusannya sesuai dengan kebutuhan, dan siap untuk hal-hal yang baru," jelas Mentan SYL.

Mentan menambahkan, pendidikan vokasi menjadi jawaban atas kebutuhan SDM pertanian yang handal.

“Pendidikan vokasi mampu menyatukan antara intelektual dengan karakter. Kekuatan karakter sangat penting karena akan membuatnya menjadi seorang yang kuat, mampu bertarung dan mampu mencari jalan keluar terhadap segala tantangan yang ada,” tambah Mentan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan Pendidikan vokasi dilakukan oleh Kementan untuk menghasilkan qualifies job seeker dan job creator.

“Semoga dengan segala upaya Kementan, dapat melahirkan generasi milenial yang dapat melanjutkan tongkat estafet pembangunan pertanian,” tambah Dedi Nursyamsi.

Salah satu upaya nyata BPPSDMP, melalui Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), bekerja sama dengan Best Planter Indonesia (BPI), adalah mengadakan Program Pelatihan Asisten Unggul (PAU) Tahun 2021.

Saat membuka kegiatan secara daring, (19/5), Kepala Pusdiktan, Idha Widi Arsanti, secara daring menjelaskan bahwa program PAU merupakan program peningkatan kompetensi dan pengembangan SDM pertanian. PAU digagas untuk mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) di bidang perkebunan kelapa sawit.

"Melalui program ini peserta didik dibentuk untuk menjadi pribadi yang memiliki karakter, sikap, mental, dan kompetensi sebagai asisten unggul serta memiliki nilai jual lebih untuk bersaing merebut pangsa kerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit," tutur Idha Widi Arsanti.

Meski masih berada ditengah pandemi Covid-19, 20 orang mahasiswa tingkat 3 dan 4 Polbangtan lingkup Kementan yang menjadi peserta PAU terlihat antusias mengikuti patihan ini.

PAU diawali dengan sosialisasi dan seleksi peserta yang dilaksanakan pada 26 April hingga 8 Mei 2021 dan kegiatan akan dilaksanakan selama 18 hari mulai tanggal 19 Mei 2021 hingga 10 Juni 2021.

"Seluruh rangkaian kegiatan PAU dilaksanakan secara daring untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 yang masih melanda Indonesia sampai saat ini. Diharapkan, seluruh peserta yang mengikuti kegiatan PAU dapat diterima bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit serta dapat menjadi benchmark bagi teman-teman kampus sekembalinya ke Polbantan mengenai gambaran dunia kerja di perusahaan kelapa sawit," harap Santi.

Ia pun menambahkan diawal tahun 2021 banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit telah membuka lowongan pekerjaan, sehingga lulusan PAU dapat bekerja dengan dibantu oleh pihak BPI. Pihak BPI akan terus melakukan komunikasi intensif dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang telah membuka lowongan pekerjaan agar lulusan PAU dapat langsung diterima.

"Mari bersama kita buktikan bahwa lulusan pendidikan vokasi Kementan memiliki karakter dan siap menjadi job seeker maupun job creator," tegas Santi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel