Kementan dukung Purwakarta tanam padi gogo di lahan eks tebangan

Budi Suyanto
·Bacaan 2 menit

Kementerian Pertanian mendukung Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta melakukan kegiatan pencanangan tanam padi gogo pada lahan bekas tebangan milik Perum Perhutani seluas 50 hektare (ha).

Kegiatan pencanangan tanam padi gogo di Kecamatan Cibatu, ini merupakan realisasi dari program perluasan areal tanam baru (PATB) yang menjadi program Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi beras.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan saat ini tidak hanya mendorong pemaksimalan tanam lahan sawah dengan mekanisasi penyediaan air tetapi juga melalui upaya untuk memanfaatkan lahan kering, kebun dan lahan bekas tebangan melalui program PATB.

Baca juga: Balitbangtan lepas Biobestari Agritan, padi gogo produktivitas tinggi

"Kami harap para petani bisa memaksimalkan bantuan yang ada sehingga produksi padi di Kabupaten Purwakarta terus meningkat. Dengan begitu petani juga semakin sejahtera," kata Anne dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Bupati Anne berharap program ini dapat meningkatkan produksi dan produktivitas padi. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah daerah Purwakarta menargetkan program PATB ini dengan luas lahan 225 hektar dengan rata-rata produktifitas lahan kering sebesar 4 ton per hektar.

Dengan perluasan areal tanam ini, diharapkan dapat meningkatkan produksi setara 432 ton beras. Sebelumnya, berdasarkan data realisasi tanam pada masa tanam Oktober 2019-September 2020, Kabupaten Purwakarta telah berhasil mencapai luas tanam 40.800 hektare dengan perkiraan produksi 137.035 ton setara beras.

Baca juga: Penanaman padi gogo di Bekasi diperluas jadi 19.000 hektare

Ada pun program PATB di Kabupaten Purwakarta sebagian besar dilaksanakan di lahan bukaan baru milik Perum Perhutani dan dengan luasan yang potensial.

Dalam kesempatan terpisah, Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan hingga saat ini Kementan berupaya mengoptimalkan luas baku sawah yang telah ditetapkan.

PATB juga dilakukan untuk terus menggenjot produksi pangan nasional, kesejahteraan petani dan sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian secara makro.

"Meningkatkan PATB penting sekali karena kunci swasembada adalah ekstensifikasi tanam dan peningkatan produktivitas panen. Sesuai kebijakan Menteri Pertanian, kita harus optimalkan secara bijak segala potensi yang dimiliki dan belum tergarap. Jangan biarkan lahan menjadi tidak berarti," kata Suwandi.