Kementan Gandeng BNI Jaga Ketahanan Pangan di Masa COVID-19

Dusep Malik
·Bacaan 2 menit

VIVA – Dampak pandemi virus Corona atau COVID-19 mengancam krisis pangan dunia, hal itu membuat rencana mewujudkan ketahanan pangan nasional menghadapi tantangan yang serius. Untuk itu, dibutuhkan kerja sama yang kuat antarberbagai pemangku kepentingan.

Adapun dalam mewujudkan rencana tersebut, Kementerian Pertanian melakukan berbagai kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang akan fokus pada pembentukan lumbung pangan.

Hal itu penting, mengingat memasuki musim kemarau di era adaptasi kebiasaan baru, ketersediaan pangan menjadi fokus pemerintah. Oleh karena itu, sektor pertanian harus terus dikelola dengan baik sehingga produktivitasnya kian meningkat.

Baca juga: Pengamat: Tepat Jokowi Tunjuk Prabowo Pimpin Program Lumbung Pangan

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, pemerintah menaruh harapan besar pada sektor pertanian sebagai sektor yang dapat tumbuh melewati pandemi COVID-19. Mentan juga optimistis bahwa sektor pertanian juga mampu berkontribusi pada aktivitas ekspor.

Hal itu, lanjut Syahrul, dapat dilakukan dengan dukungan semua pihak termasuk sektor perbankan dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor pertanian. Dengan bunga yang murah, syaratnya mudah dan cara pembayarannya melalui skema sederhana.

Tak hanya itu, ia menuturkan, KUR dapat memberi manfaat bagi petani khususnya untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Harapannya dari skala ekonomi, petani dapat merasakan pendapat yang lebih besar.

“Pemerintah mendorong agar penyaluran KUR dapat dimaksimalkan agar petani-petani di penjuru Tanah Air dapat sejahtera dari usaha tani yang dijalankan,” ujar Syahrul dalam keterangan tertulisnya, Selasa 11 Agustus 2020.

Secara terpisah, Direktur Utama BNI, Herry Sidharta, mengungkapkan, pada masa pandemi, ketika hampir semua sektor terdampak, sektor pertanian muncul sebagai pemenang dan tetap membukukan pertumbuhan positif termasuk komoditas ekspornya. Oleh karena itu, BNI kian aktif berkontribusi di sektor pertanian sesuai peran dan tanggung jawabnya.

Peran BNI tersebut terlihat dari angka ekspansi KUR di sektor pertanian yang terus meningkat, termasuk di saat pandemi. Khusus untuk Provinsi Bangka Belitung, KUR sektor pertanian telah tersalurkan sebanyak Rp20,9 miliar kepada 168 debitur.

Sementara itu, secara nasional, lanjut Herry, dari Januari hingga 31 Juli 2020, KUR sektor pertanian BNI telah tersalurkan sebanyak Rp2,73 triliun kepada 86.992 debitur.

"BNI mendukung pertumbuhan sektor pertanian, salah satunya dengan percepatan penyaluran KUR sektor pertanian,” ungkapnya.

Selain menggunakan klaster-klaster pada semua komoditas sektor pertanian, optimalisasi Agen 46 untuk menyalurkan pupuk, menggandeng startup untuk smartfarming, BNI juga terus berinovasi melalui pembiayaan digital, antara lain melalui aplikasi BNI Move Agriculture.

“BNI Move Agriculture hadir untuk menjawab kebutuhan dan permintaan pasar, khususnya petani (UMKM) yang selaras dengan program DigiKU dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang digaungkan pemerintah,” kata Herry.

BNI Move Agriculture dihadirkan sebagai solusi pembiayaan sektor pertanian dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari program pemulihan ekonomi yang mampu menggerakkan simpul-simpul pertumbuhan ekonomi negara. (art)