Kementan gandeng "startup" bantu pasarkan produk hortikultura petani

Risbiani Fardaniah

Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng para pelaku usaha rintisan atau startup pertanian guna memfasilitasi pemasok dan pedagang dalam memasarkan produksi hortikultura, seperti sayur dan buah-buahan.

Direktur Pengolahan, Pemasaran Hasil Hortikuktura Kementan, Taufik Yazid, menjelaskan pandemi Virus Corona baru atau COVID-19 turut berdampak pada banyaknya pembeli dan pemesan produk hortikultura seperti buah, sayur, dan bunga, yang membatalkan pesanan mereka.

Kondisi tersebut imbas dari menurunnya pengunjung hotel dan restoran, termasuk dibatalkannya sejumlah resepsi, pertemuan, dan acara-acara yang melibatkan keramaian.

"Ada Sayur Box, Tani Hub, Kedai Sayur, serta beberapa ritel. Ini bertujuan untuk menyelamatkan produk hortikultura tersebut," kata Taufik di Jakarta, Jumat.

Ia mengaku sebelumnya sempat mendengar beredarnya kabar dan foto tumpukan produk hortikultura yakni kentang, wortel, dan sayuran lainnya yang terancam harus dibuang karena tidak jadi dibeli oleh pemesan.

"Setelah berkomunikasi dengan beberapa pihak siang ini, semua produk hortikultura yang tadinya akan dibuang, sudah habis terjual," kata dia.

Baca juga: Kementan realokasi anggaran Rp700 miliar untuk penanganan Covid-19

Sebelumnya, CEO sekaligus Founder Etanee Cecep Wahyudin mengatakan bahwa pemberlakuan Work From Home (WFH) yang menjadi kebijakan pemerintah pusat dalam memutus rantai penyebaran COVID-19 telah membuat pembelian produk pertanian di food marketplace Etanee melonjak tajam.

Menurut Cecep, omzet pertanian yang dijualnya telah mencapai empat kali lipat. Ada pun produk pertanian yang sering dipesan masyarakat, meliputi buah-buahan lokal, ikan, dan daging ayam.

Baca juga: Mentan minta program padat karya sektor pertanian diperkuat