Kementan Gandeng TNI Akselerasi Vaksinasi dan Penandaan Ternak di Jateng

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Pertanian (Kementan) kerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi dan pendataan ternak di Provinsi Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan), Nasrullah pada Pertemuan Koordinasi Kegiatan Penandaan dan Pendataan Ternak dengan TNI pada Jumat di Semarang, Jumat (4/11).

Pada kesempatan tersebut, Nasrullah menjelaskan, vaksinasi untuk ternak yang belum terkena PMK dan ternak yang telah mengalami kesembuhan dengan gejala klinis sangat penting untuk dilakukan, terutama untuk meningkatkan kekebalan tubuh ternak.

Nasrullah mengatakan, capaian vaksinasi di Jateng saat ini sebanyak 631.152 ekor, sehingga masih harus dilakukan akselerasi, mengingat jumlah populasi ternak yang cukup banyak di Jawa Tengah ini.

"Untuk itu kita dorong pemerintah daerah untuk menggerakkan pelaksanaan vaksinasi dan sekaligus penandaan ternak di wilayahnya masing-masing, bahkan di sini kita juga kita kerjasama dengan TNI untuk memperlancar pelaksanaannya,"ungkap Nasrullah.

Lebih lanjut Nasrullah menyebutkan, TNI sebagai kekuatan besar dan memiliki personil hingga ke tingkat Desa, diharapkan dapat memberikan dukungan dalam mensukseskan pelaksanaan vaksinasi dan pendataan dengan memberikan pengamanan, pendampingan dan pengawalan bagi petugas.

Ia juga mengajak semua jajaran dari Dinas provinsi, kabupaten, kota dan seluruh petugas lapangan, serta peternak untuk segera dilakukan pendataan ternak dan pelaksanaannya berjalan secara sinergis dengan pelaksanaan vaksinasi.

"Dengan pemasangan eartag, maka status vaksinasi PMK pada ternak akan dapat diketahui, sehingga dapat memenuhi persyaratan dalam peredaran lalu lintas ternak antar daerah baik itu tingkat provinsi dan tingkat kapubaten/kota,"ungkap Nasrullah.

Sebagai informasi aplikasi Identik PKH fungsinya mirip dengan aplikasi Peduli Lindungi, dengan scanning pada eartag mampu menunjukan kartu vaksin PMK baik dosis 1, dosis 2 dan booster.

"Seluruh dukungan semua stakeholder terkait adalah hal yang mutlak agar kegiatan vaksinasi, penandaan dan pendataan dapat tercapai dengan baik", tandasnya.

Sementara itu, Perwira Pembantu Utama (Paban) 1 Perencanaan Staf Teritorial TNI, Kol. Arm. Djoni Prasetyo mengatakan, sinergitas dan pendampingan sangat diperlukan sebagai upaya bersama dalam mengoptimalkan pelaksanaan vaksinasi PMK dan penandaan ternak.

"Dari hasil evaluasi kegiatan penandaan dan pendataan yang telah dilakukan di Jawa Timur dan Jawa Barat yang dibantu oleh TNI hasilnya cukup signifikan, harapannya di wilayah kodam IV Diponegoro, sama seperti itu bahkan mungkin lebih baik," ungkap Djoni.

"Intinya kami siap mendukung sepenuhnya, karena TNI yang bertugas di wilayah masing-masing melalui babinsa sebagai ujung tombak dapat melakukan pengawalan, pembinaan dan pendampingan secara aktif di lapangan dan terus menyuarakan pentingnya vaksinasi dan penandaan ternak,"imbuhnya .

Pada kesempatan itu, Pujo Setio Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan Kemenko Perekonomian menyampaikan, kerjasama Kementan dengan TNI, serta stakeholder terkait dapat memperkuat sektor peternakan khususnya dalam pelaksanaan vaksinasi dan percepatan realisasi program penandaan dan pendataan.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Agus Wariyanto mengungkapkan, kegiatan penandaan dan pendataan ternak mampu menghasilkan akurasi dan validasi data ternak yang sangat bermanfaat.

"Kami bersyukur dengan adanya dukungan dari semua pihak, harapan kami kegiatan penandaan dan pendataan ternak di Jawa Tengah dapat mencapai target,"pungkasnya. [hrs]