Kementan jalin kerja sama pemenuhan jagung bahan baku industri

Ahmad Wijaya
·Bacaan 2 menit

Kementerian Pertanian melalui Ditjen Tanaman Pangan melakukan nota kesepahaman dengan Perkumpulan Produsen Pemurni Jagung Indonesia (P3JI) untuk pemenuhan jagung rendah aflatoxin (JRA) yang digunakan pada industri pati jagung, sweetener dan bihun jagung.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi dalam penandatanganan nota kesepahaman tersebut mengatakan kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan jagung dari dalam negeri bagi industri anggota P3JI.

"Tentunya kondisi Indonesia yang saat ini sudah mampu memproduksi lebih dari 24 juta ton jagung setiap tahun harusnya dengan mudah mampu memenuhi kebutuhan tersebut," kata Suwandi dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Minggu.

Menurut Suwandi, jagung dengan kualitas rendah aflatoxin telah memenuhi standar keamanan pangan untuk dikonsumsi sebagai bahan pangan serta digunakan sebagai bahan baku industri pangan. Ada pun saat ini kebutuhan jagung rendah aflatoxin lebih dari 1 juta ton setiap tahun.

Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, saat ini produksi tidak hanya bertumpu pada kuantitas saja, tetapi juga kualitas yang baik. Dengan adanya komitmen penyediaan jagung rendah aflatoxin ini, Suwandi meyakini bahwa kebutuhan bahan baku bersumber dari jagung tersebut dapat dipenuhi dari dalam negeri.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua P3JI Maya Devi menegaskan bahwa P3JI sangat berkomitmen untuk memulai membangun pasokan dari dalam negeri.

"Kami tidak hanya semata-mata untuk kepentingan industri, tapi juga ingin berkontribusi untuk kepentingan petani," kata Maya.

Selain sebagai milestone produksi jagung berkualitas dengan pendekatan agroindustri, adanya kerja sama ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani.

Kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan percontohan tanam jagung rendah aflatoksin di Provinsi Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Sebelumnya juga sudah dimulai uji coba di Kabupaten Lombok Timur untuk memasok industri makanan minuman seluas 40 hektare dan telah berjalan sejak tahun 2019.

Baca juga: Pupuk Indonesia dongkrak produktivitas jagung lewat Agro Solution
Baca juga: Panen jagung, Stafsus Mentan: Petani dan penyuluh harus diapresiasi