Kementan-Kemenhub akan kerja sama percepat distribusi pangan

Agus Salim

Kementerian Pertanian akan melakukan kerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk mempercepat distribusi pangan melalui udara, terutama kebutuhan pangan jenis cabai.

"Kami sudah sepakat untuk membicarakan dengan Kementerian Perhubungan dan lembaga lain yang bisa memfasilitasi," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Senin.

Ia mengakui terjadi kenaikan harga cabai di sejumlah daerah akibat keterlambatan masa tanam karena cuaca sehingga pasokan di pasaran menjadi berkurang dan mengakibatkan harga cabai naik.

Baca juga: Kenaikan harga cabai dan bawang penyumbang inflasi Januari di Padang

"Kalau cabai agak naik sekarang itu karena cuaca, kalau di pertanian faktor cuaca sangat menentukan, itu juga yang membuat kita terjadi delay panen karena delay tanam," katanya.

Kendati demikian, menurut Mentan, di beberapa wilayah lain seperti Sulawesi dan Kalimantan, mengalami panen cabai sehingga pasokan berlebih. Pihaknya bakal mendistribusikan cabai ke sejumlah daerah yang kurang pasokan.

"Ini masalah supply and demand, karena keterlambatan penanaman, maka dari itu juga hasilnya akan delay. Persoalannya ada di hilir, bagaimana transportasi laut kita tingkatkan menjadi transportasi udara," paparnya.

Terpantau, harga cabai di Pasar Senen, Jakarta Pusat naik hingga menembus Rp90.000 per kilogram.

"Desember tahun 2019, harga cabai sekitar Rp50.000 per kilogram. Mulai Januari hingga saat ini, cabai terus meningkat, Rp95.000 per kilogram untuk cabai rawit merah," kata pedagang cabai di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Obet.

Baca juga: Sumut alami inflasi 0,57 persen pada Januari 2020

Sementara itu, Direktur Jenderal Kementerian Perdagangan, Suhanto mengatakan bahwa persediaan cabai masih mencukupi hingga pertengahan Maret.

"Hitungan kami stok cabai sampai pertengahan Maret masih cukup," ucapnya.

Ia menambahkan pihak Kementan juga bakal menganggarkan dana untuk mensubsidi biaya transportasi agar lebih cepat.

"Kementan yang menganggarkan, sekarang kan sudah mulai masuk sejumlah barang. Memang sudah disediakan biaya ongkos angkut dari Kementan, itu digunakan saat terjadinya harga-harga mengalami gejolak," paparnya.

Baca juga: BPS: Kenaikan harga cabai dongkrak inflasi Januari