Kementan paparkan 3 strategi genjot akses pasar pangan lokal

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 1 menit

Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan tiga strategi untuk meningkatkan akses pangan lokal agar tidak tergerus serbuan produk impor.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi dalam dialog virtual "Ketersediaan Pangan Jelang Ramadhan dan Lebaran", Senin, mengatakan strategi pertama yaitu meningkatkan produksi bahan baku pangan lokal.

"Kedua, kita perbaiki akses masyarakat terhadap pangan lokal kita. Akses di sini tentu pada industri pengolahannya," kata Agung.

Baca juga: Ada larangan mudik, konsumsi pangan di Jabodetabek diprediksi naik

Agung menjelaskan akses terhadap industri pengolahan bahan pangan lokal berbasis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) perlu terus didorong. Ia menyebut saat ini ada sekitar 1,3 juta UMKM pangan lokal yang siap didorong untuk naik kelas.

Ia menambahkan UMKM juga perlu mendapat akses pasar agar masyarakat bisa meraih produk mereka dengan mudah.

"Kita buka pasarnya, pasar fisik kita buka, gerai pangan lokal kita buka di beberapa kota besar. Kemudian, kita juga buka marketplace pangan lokal," kata Agung.

Baca juga: Kementan jamin pasokan daging selama Ramadhan

Strategi terakhir, lanjut Agung, yakni dengan melakukan promosi formal dan informal. Promosi formal dilakukan dengan menggaet Kementerian Dalam Negeri dan kepala daerah untuk mendorong masyarakat mengonsumsi pangan lokal.

"Promosi informal melalui kanal media sosial yang ada. Kami juga kerja sama dengan dokter-dokter ahli pangan dan gizi. Dengan program-program ini kita harap industri pangan lokal semakin berkembang," ujar Agung.

Kementan juga aktif mengampanyekan tagline untuk mendorong konsumsi pangan lokal seperti "Kenyang Gak Harus Nasi", "Sehat Dengan Pangan Lokal" dan "Be Smart, Eat Smart".

Baca juga: Pakar: Akses pangan harus terjamin ketersediaannya