Kementan pastikan pasokan pangan selama PPKM aman

·Bacaan 1 menit

Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian memastikan pasokan pangan aman selama perpanjangan masa kebijakan PPKM dan rantai distribusinya terjaga baik.

"Ya kondisi ketersediaan pangan kita dalam kondisi aman," kata Kepala Pusat Distribusi dan Akses Pangan BKP Kementerian Pertanian Risfaheri saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan saat ini seluruh pasokan pangan pokok cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Bahkan, terdapat dua komoditas yang surplus seperti cabai dan telur sehingga menyebabkan harga turun.

Risfaheri mengungkapkan Kementerian Pertanian melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan pasokan pangan tercukupi di seluruh daerah.

"Seperti saat ini, kami beli cabai langsung ke petani di atas harga di produsen saat ini untuk membantu petani, dan dipasarkan di Jabodetabek di bawah harga eceran untuk mempercepat penyerapannya," kata Risfaheri.

BKP juga melakukan distribusi pangan dari daerah surplus ke daerah yang defisit akan suatu komoditas pertanian yang berlangsung hingga saat ini.

Kementerian Pertanian melalui BKP melakukan program Bela Beli Cabai Petani dengan membeli secara langsung kepada petani dan menjualnya kepada konsumen melalui Pasar Mitra Tani.

Pasar Mitra Tani yang juga bisa diakses secara daring melalui berbagai platform e-commerce menjual satu paket cabai berisi 1 kg cabai rawit merah dan 1 kg cabai keriting merah seharga Rp30 ribu.

Selain cabai, Kementan juga melakukan program Bela Beli Telur Peternak yang ditawarkan di Pasar Mitra Tani. Per kg telur ditawarkan seharga Rp20 ribu atau Rp35 ribu per tray.

Baca juga: Kementan: produksi pangan dalam negeri terpenuhi tekan impor
Baca juga: Presiden Jokowi lepas ekspor komoditas pertanian dari 17 pintu
Baca juga: Kementan dorong pemuda jadi wirausaha pertanian

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel