Kementan: Pemberantasan Penyakit Rabies Perlu Perhatian Bersama

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya mencegah terjadinya penularan penyakit rabies kepada manusia. Cara yang paling efektif mencegah bahaya rabies adalah dengan vaksinasi.

Medik Veteriner Madya Ditjen PKH, Pebi Purwo Suseno menyampaikan, 95% kasus rabies terjadi dari hewan ke hewan, namun virus rabies juga dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalui gigitan. Bisa berupa gigitan oleh anjing, kera bahkan kucing yang terinfeksi.

Ia menjelaskan, secara statistik 98% penyakit rabies ditularkan melalui gigitan anjing dan 2% penyakit tersebut ditularkan melalui kucing dan kera.

"Virus rabies masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka gigitan hewan penderita atau luka yang terkena air liur hewan. Virus rabies akan menyerang saraf dan otak," ungkap Pebi.

Saat ini masih terdapat provinsi yang belum bebas rabies, dari 34 provinsi di Indonesia, hanya 8 provinsi yang berstatus bebas rabies sementara 26 provinsi lainnya masih endemik rabies.

Baru wilayah DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, Papua Barat dan Yogyakarta yang berstatus bebas rabies.

"Ini artinya masih ada 26 provinsi lagi yang harus menjadi perhatian kita bersama dalam memberantas kasus rabies," imbuh Pebi.

Dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia atau World Rabies Day yang diperingati setiap tanggal 28 September dan sosialisasi bahaya rabies, Ditjen PKH Kementan menggelar acara bincang santai yang dikemas dalam Tani On Stage (TOS) yang mengusung tema 'Rabies Facts Not Fear' pada Kamis (23/9/2021).

Acara ini disiarkan secara langsung melalui kanal media sosial Kementerian Pertanian yakni Facebook dan Instagram, serta Instagram Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa (FAO) serta didukung juga oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID).

(Foto:Dok.Kementerian Pertanian RI)
(Foto:Dok.Kementerian Pertanian RI)

Hari Rabies Sedunia adalah sebuah kampanye global yang diselenggarakan pada tanggal 28 September setiap tahunnya. Peringatan Hari Rabies Sedunia dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencegahan dan pengendalian penyakit rabies.

Hadir sebagai narasumber pada acara ini yakni drh. Pebi Purwo Suseno (Medik Veteriner Ahli Madya, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan), drh. Wiwin Aprianti M.S (Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Perikanan dan Peternakan, Kabupaten Bandung Barat) serta Irfan Hakim (Influencer/Public Figure Penyanyang Binatang).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Perikanan dan Peternakan, Kabupaten Bandung Barat, Wiwin Aprianti berharap acara TOS ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi semua pihak untuk semakin bersemangat mencegah dan menanggulangi Rabies. Terutama di wilayah perdesaan di mana 80% kasus rabies pada manusia terjadi.

"Mari bersama bantu kami dalam melakukan pencegahan dan pemberatasan rabies dengan cara membawa hewan peliharaan masyarakat untuk divaksin di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) terdekat. Ini yang paling efektif," ujar Wiwin.

drh. Wiwin juga menyampaikan beberapa hal yang perlu dilakukan jika ada hewan yang diduga memiliki penyakit rabies. Langkah paling awal yaitu melakukan observasi selama 14 hari, hewan harus dikandangkan dan tetap diberi makan, minum serta dilakukan pengawasan di bawah tim kedokteran hewan.

"Jika manusia sudah terlanjur digigit, segera cuci luka gigitan dengan menggunakan air mengalir dan sabun selama 15 menit sebab sabun dapat mematikan virus rabies. Setelah itu segera pergi ke Pelayanan Kesehatan (Puskesmas/klinik) terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," paparnya.

Host sekaligus Public Figure penyanyang binatang, Irfan Hakim menyampaikan, apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Irfan berharap acara seperti ini tidak hanya digaungkan setahun sekali pada saat memperingati puncak Hari Rabies Sedunia.

Menurutnya, acara seperti ini perlu terus dilakukan secara berkala agar dapat mengedukasi masyarakat tentang bahaya penyakit rabies serta penanganannya. Ia juga mengajak untuk para pemilik hewan rentan rabies agar semakin aware dan bertanggung jawab kepada hewan peliharaannya.

"Dengan cara membawa hewan peliharaan untuk diberikan vaksinasi secara rutin di Klinik Hewan/Puskeswan terdekat. Maka kita telah menjadi pemilik hewan yang bertanggung jawab, yang juga telah melindungi keluarga dari ancaman penyakit hewan," tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel