Kementan: Pengawas pertanian berperan penting jaga ketahanan pangan

Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan aparat pengawas intern pemerintah (APIP) dan aparat penegak hukum (APH) berperan penting mengawasi program pembangunan pertanian di daerah, sehingga dapat mewujudkan ketahanan pangan.

Irjen Kementan Jan Samuel Maringka di Banda Aceh, Senin, mengatakan pihaknya telah mencanangkan program Jaga Pangan dalam upaya menjaga ketahanan pangan, sekaligus bersinergi dengan TNI/Polri, dan kejaksaan untuk memperkuat pengawasan.

"Sehingga, antara APIP dan APH ada satu komitmen bersama dalam konteks menjaga agar program pertanian bisa berjalan tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran," katanya saat Rapat Koordinasi Pengawasan Bidang Ketahanan Pangan Provinsi Aceh.

Ia mengatakan Jaga Pangan merupakan program strategi pengawasan yang tidak lagi hanya dilakukan dari internal, namun bagaimana sama-sama bersinergi agar dapat memberi percepatan pada setiap program pembangunan pertanian.

Menurut Jan, krisis pangan merupakan masalah bersama, sehingga untuk penanggulangannya bukan hanya tugas Kementan, melainkan lintas sektor yang saling bersinergi baik dari pemerintah pusat, DPR, pemerintah daerah hingga TNI/Polri dan kejaksaan.

"Kita mulai dari Aceh dan kita terus bekerja agar program pengawasan ini bisa berjalan dari Sabang sampai Merauke," katanya.

Kementan juga menginginkan program pertanian yang telah diperjuangkan di tingkat pusat dapat terealisasi dengan baik di daerah.

Selama ini, kata Irjen, masih ada program pertanian yang mandek di tingkat provinsi dan terhambat realisasi di kabupaten/kota.

"Makanya, hari ini saya panggil jaksa dan polres seluruh wilayah Aceh, untuk duduk bersama-sama, berbicara hambatan kenapa sebuah program (pertanian) tidak berjalan dengan baik," katanya.

Ia menambahkan program Jaga Pangan fokus pada pengawasan program strategis, prioritas dan superprioritas.

Kemudian juga untuk membangun sinergi antara APIP dan APH dalam mewujudkan ketahanan pangan, serta mewujudkan pembangunan pertanian tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran.

Selain itu, Jaga Pangan juga fokus membangun sistem pelapor yang terintegrasi agar akses informasi pembangunan pertanian didapat secara cepat, tepat, dan akurat, sekaligus membangun kemitraan strategis dengan stakeholder bidang pertanian.

Baca juga: Kementan sebut kejadian PMK turun 96,96 persen dari puncak kasus
Baca juga: Kementan apresiasi tekad Sabang wujudkan ketahanan pangan
Baca juga: Kementan sebut stok beras nasional lebih dari 10 juta ton