Kementan periksa kesehatan hewan di Pamekasan

Kementerian Pertanian melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menyusul banyaknya laporan sapi sakit yang bergejala seperti terserang penyakit mulut dan kuku di wilayah itu.

"Selain dalam rangka melakukan pemeriksaan kesehatan hewan secara langsung, kami juga perlu berkoordinasi dengan kelompok peternak terkait upaya mencegah penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku pada sapi dan kambing," kata Juru Bicara Kementan Moh Arif Cahyono di Pamekasan, Minggu.

Pemeriksaan kesehatan hewan milik para peternak oleh Kementan bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Pamekasan.

Baca juga: 2.816 hewan ternak berkuku belah di Jabar tertular PMK

Tim Kementan sudah berada di Pamekasan sejak 28 Mei 2022.

"Kerja sama dengan LPPNU ini agar nanti terjadi 'getok tular'. Jadi, pengurus LPPNU nantinya yang akan membantu memberikan pendidikan pada peternak lain, tentang kesehatan hewan dan cara mencegah penyebaran wabah PMK," katanya.

Kabupaten Pamekasan, menurut data Kementan termasuk kabupaten di Pulau Madura yang dinilai rawan dalam penyebaran PMK.

Berdasarkan hasil pelacakan, sejumlah sapi yang terkonfirmasi positif PMK di Kabupaten Bangkalan, berasal dari Pamekasan, yakni membeli di Pasar Tradisional Keppo, Desa Bulai, Kecamatan Galis, Pamekasan.

Selain itu, tidak sedikit peternak di Pamekasan yang melaporkan bahwa sapi mereka sakit dengan gejala seperti terserang PMK, yakni mulutnya berliur, mulut sapi membusuk, dan kuku sapi luka, serta nafsu makan menurun drastis.

Baca juga: Satu ekor sapi terjangkit PMK di Kudus mati
Baca juga: Pasar ternak Simpang Tiga Ophir Pasaman Barat ditutup karena PMK
Baca juga: Kementan: Perketat budi daya ternak dengan biosecurity guna cegah PMK

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel