Kementan segera vaksinasi hewan di wilayah wabah dan nonwabah PMK

Kementerian Pertanian segera melakukan vaksinasi hewan ternak di wilayah wabah maupun di daerah yang tidak terjadi wabah penyakit mulut dan kuku pada hewan untuk pengendalian dan pencegahan penyebaran yang lebih luas.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa pemerintah akan mengimpor vaksin PMK dalam jumlah yang terbatas sebagai langkah cepat sambil menunggu produksi vaksin secara mandiri di dalam negeri.

Sementara sambil menunggu pengadaan dan produksi vaksin, pemerintah mendistribusikan obat-obatan, vitamin, dan antibiotik untuk meningkatkan imunitas hewan ternak agar tidak mudah terinfeksi penyakit mulut dan kuku.

"Dalam waktu yang sangat singkat ini, untuk daerah yang terjangkit wabah secara pasti di empat kabupaten Jawa Timur dan dua kabupaten Aceh, yang dilakukan menyebarkan obat yang ada sambil menunggu vaksin," kata Syahrul.

Mentan menekankan bahwa Indonesia bisa memproduksi secara mandiri vaksin untuk penyakit mulut dan kuku pada hewan, hanya saja membutuhkan waktu dalam proses produksinya. Oleh karena itu pemerintah melakukan importasi vaksin PMK dari luar negeri untuk tahap awal vaksinasi.

"Vaksin akan diproduksi dalam waktu secepat-cepatnya. Karena kita sudah pernah buat dulu, cuma serotype-nya berbeda. Tapi instrumen, alat, ahlinya, ada di kita," kata Syahrul.

Sambil menunggu produksi vaksin di dalam negeri, pemerintah akan melakukan vaksinasi pada hewan ternak di wilayah wabah menggunakan vaksin impor. Sementara vaksin produksi dalam negeri akan digunakan untuk imunisasi seluruh hewan ternak Indonesia di luar wilayah wabah sebagai langkah pencegahan penyebaran jadi lebih luas.

Kementerian Pertanian menetapkan sebanyak enam kabupaten di dua provinsi Indonesia sebagai wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Dua kabupaten yang dilanda wabah PMK antara lain Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur. Sementara empat kabupaten di Jawa Timur yaitu Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto.

Data Kementerian Pertanian menyebutkan jumlah kasus hewan ternak yang terinfeksi PMK di Jawa Timur sebanyak 3.205 ekor dengan kasus kematian mencapai 1,5 persen. Sementara kasus positif PMK di Aceh sebanyak 2.226 ekor dengan kasus kematian 1 ekor.

Baca juga: Kementan tetapkan enam kabupaten terjangkit wabah PMK hewan
Baca juga: DKPH: 143 ekor sapi di Probolinggo terduga terjangkit PMK
Baca juga: Mentan pastikan penanganan penyakit mulut-kuku hewan terkendali

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel