Kementan tentukan kategori hewan ternak yang diprioritaskan vaksin PMK

Kementerian Pertanian menentukan sejumlah kategori hewan ternak yang diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) dalam upaya pencegahan meluasnya penyebaran wabah PMK di Indonesia.

"Mengingat jumlah vaksin darurat masih sangat terbatas maka penyuntikan vaksin akan diprioritaskan untuk hewan sehat yang berada di zona merah dan kuning," kata Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Kamis.

Selain itu, vaksin PMK juga diprioritaskan pada hewan ternak yang berada di wilayah sumber pembibitan, serta bagi ternak yang berada di wilayah sentra peternakan sapi perah.

Kuntoro mengatakan bahwa pemerintah telah mempersiapkan pengadaan 3 juta dosis vaksin PMK darurat. Pengadaan tahap pertama vaksin darurat sebanyak 800 ribu dosis dan tahap selanjutnya 2,2 juta dosis.

"Sebagian vaksin tahap pertama telah tiba pada hari minggu, 12 Juni 2022 lalu sebanyak 10.000 dosis dan telah dilakukan vaksinasi perdana pada 14 Juni 2022 lalu di dua peternakan sapi rakyat yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa-Timur," katanya.

Sementara pengiriman vaksin berikutnya dari tahap pertama dengan total 800 ribu dosis akan tiba kembali ke Indonesia pada malam hari ini, pukul 22.10 WIB melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Kuntoro menyebutkan percepatan vaksinasi massal juga tengah dilakukan Kementan melalui Training of Trainers (ToT) untuk melatih dan mempersiapkan tenaga kesehatan hewan (medik veteriner dan paramedik) agar mampu melatih dan mengajarkan kepada para tenaga kesehatan lainnya di daerah masing-masing.

“ToT tersebut dihadiri pakar ahli dari produsen vaksin yang digunakan di Indonesia untuk memberikan informasi tentang vaksin tersebut, serta bagaimana manajemen rantai dingin dan mengaplikasikannya ke ternak,” kata Kuntoro

Selain itu tenaga kesehatan hewan juga diberi pemahaman mekanisme pendataan ternak, yang sekaligus digunakan untuk penandaan ternak pasca vaksinasi.


Baca juga: YLKI duga wabah PMK karena perubahan orientasi kebijakan impor daging
Baca juga: Satgas PMK IPB: tingkat kesembuhan hewan dari PMK 90 persen
Baca juga: Kemenkop bantu koperasi peternak tangani penyakit kuku dan mulut

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel