Kementerian BUMN apresiasi lomba baca puisi antar direksi-komisaris

·Bacaan 3 menit

Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Susyanto mengapresiasi penyelenggaraan lomba baca puisi direksi dan komisaris BUMN yang diselenggarakan oleh perusahaan penerbit PT Balai Pustaka (Persero).

"Saya kagum sekali ternyata para direksi dan komisaris yang selalu bergelut agar perusahaan bisa maju, namun tidak meninggalkan khasanah budaya dan menikmati apa yang menjadi bait-bait puisi itu sendiri," kata Susyanto dalam penganugerahan lomba baca puisi di Jakarta, Jumat.

Susyanto mengatakan para peserta lomba baca puisi itu mampu memaksimalkan kemampuan otak kanan dan kiri mereka yang tidak hanya berkutat pada angka-angka, tetapi juga seni dan keindahan.

Baca juga: Tim juri tetapkan belasan direksi-komisaris BUMN pemenang baca puisi

Menurutnya, lomba baca puisi itu selaras dengan nilai dasar yang wajib dimiliki seluruh BUMN berupa Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (AKHLAK) sebagai value bagi para direksi dan komisaris.

"Membaca puisi, seperti yang dilakukan Jose Rizal ini bukan sekadar kita mengejawantahkan apa yang menjadi isi hati dari penyairnya sendiri, tetapi ini juga bagian dari refleksi kita mencintai para sastrawan, nama-nama besar yang dibacakan dalam puisi ini," ujar Susyanto.

Balai Pustaka menggelar lomba puisi sebagai bagian dari membumikan puisi di kalangan direksi dan komisaris BUMN.

Baca juga: Bantu petani, Kementerian BUMN integrasikan program Makmur dan Mekaar

Direktur Utama Balai Pustaka Achmad Fachrodji mengatakan lomba baca puisi ini lahir atas keberhasilan lomba berbalas pantun yang sebelumnya diselenggarakan pada April-Mei 2021.

"Lomba baca puisi yang sekarang kita adakan penganugerahan pesertanya sekarang ada 331 orang. Menurut Menteri Erick Thohir itu berarti perhatian direksi dan komisaris luar biasa," ucapnya.

Tim juri menetapkan 10 direksi dan sembilan komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pemenang lomba baca puisi yang diselenggarakan oleh perusahaan penerbit pelat merah PT Balai Pustaka (Persero).

"Dari 331 pembaca puisi yang hadir di dalam lomba itu, semua rata-rata membaca puisi dengan baik dan ini membanggakan," kata Juri Utama Jose Rizal Manua.

Dia mengatakan perlombaan membaca puisi ini merupakan hal yang positif, karena sastra bisa menyejukkan para direksi dan komisaris dalam bekerja.

Menurutnya, setiap hari manusia selalu berkutat dengan puisi mulai dari bangun tidur hingga mensyukuri kehidupan.

Dalam menetapkan pemenang lomba baca puisi, dewan juri melihat berbagai aspek mulai dari pembawaan saat membaca, unsur musik, visual, hingga pengemasan yang memperkuat puisi tersebut.

Selain Jose, juri yang terlibat dalam lomba baca puisi itu adalah Taufiq Ismail, Fikar W. Eda, Rois Rinaldi, Clara Sinta, dan Helvy Tiana Rosa.

Berikut adalah daftar pemenang lomba baca puisi antar direksi dan komisaris BUMN berdasarkan keputusan para juri:

Kategori Direksi

- Juara 1 Nanggolo Mulyowaniadji dari Primissima
- Juara 2 Fitri Wiyanti dari Jasa Marga
- Juara 3 Agus Dwi Handaya dari Bank Mandiri
- Juara Favorit Afriwandi dari Telkom Indonesia

- Juara Harapan Afriwandi dari Telekomunikasi Indonesia
- Juara Harapan Budi Satria Dharma Purba dari Telekomunikasi Indonesia Internasional
- Juara Harapan Isabella Hutahaean dari Pertamina Patra Niaga
- Juara Harapan John Robertho dari Kereta Api Indonesia
- Juara Harapan Kemal Sudiro dari Perum Perhutani
- Juara Harapan Nezar Patria dari Pos Indonesia
- Juara Harapan Ronny Venir daei Bank Negara Indonesia


Kategori Komisaris

- Juara 1 Indira Chunda Thita dari Petrokimia Gresik
- Juara 2 Pradjoto dari Bank Negara Indonesia
- Juara 3 Haryadi dari Brantas Abipraya
- Juara Favorit Zulkarnaen Apriliantony dari Hotel Indonesia Natour

- Juara Harapan Andi Saiful Haq dari Pertamina Trans Kontinental
- Chandra Martha Hamzah dari Bank Tabungan Negara
- Inas Nasrullah Zubir dari Pertamina Training Consulting
- Zulkarnaen Apriliantony dari Hotel Indonesia Natour
- Kacung Marijan dari Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko
- Riza Primadi dari Kereta Api Indonesia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel