Kementerian BUMN Belum Tanggapi Hasil Audit BPK

  • Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNnews.com
    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNNEWS.COM - Hasil survey standar hidup baru yang dilakukan oleh Ipsos Business Consulting Indonesia cukup mengejutkan …

  • ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Jagat Pintar
    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Produsen asal Taiwan, ASUS, menggebrak pasar ponsel kelas menengah dengan meluncurkan tiga seri Zenfone sekaligus. Mereka adalah Zenfone 4, Zenfone 5 dan Zenfone 6. Ketiga ponsel tersebut mengusung prosesor buatan Intel, Atom. …

  • AEKI: Tiongkok Pasar Kopi Potensial Bagi Indonesia

    Antara

    Jakarta (Antara) - Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) menyatakan Tiongkok merupakan pasar potensial ekspor biji kopi Indonesia dengan perkiraan rata-rata pertumbuhan per tahun mencapai 20 persen. "Dalam waktu lima hingga 10 tahun medatang, Tiongkok akan menjadi pasar strategis bagi Indonesia, kita akan terus perhatikan karena memang potensial untuk masa mendatang," kata Ketua Umum AEKI, Irfan Anwar, saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa. ... …

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara masih bungkam mengenai perusahaan BUMN yang mengalami kerugian. "Sedang kami teliti, lagi kami cek, saya belum bisa ngomong apa-apa," ujar Sekretaris Kementerian BUMN Wahyu Hidayat dengan nada meninggi ketika dihubungi Tempo, Senin pagi, 15 Oktober 2012.

Ia pun tidak menjawab pertanyaan Tempo mengenai langkah-langkah konkret ke depan yang akan dilakukan BUMN. "Itu internal kami saja (BUMN). Anda belum perlu tahu. Saya khawatir akan salah ngomong. Intinya sedang kami teliti sendiri terlebih dahulu," ujarnya. Ia pun menolak memberikan gambaran siapa dan kapan penelitian itu selesai.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan menemukan potensi kerugian sebesar Rp 1,73 triliun pada enam perusahaan badan usaha milik negara (BUMN). Perusahaan itu adalah PT Hotel Indonesia Natour, PT PAL Indonesia, PT Semen Gresik Tbk, PT Industri Kereta Api, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, dan PT Pertamina.

Kerugian diketahui setelah lembaga auditor negara itu melakukan pemeriksaan pada semester pertama tahun ini. Menurut anggota VII BPK, Bahrullah Akbar, lembaganya menemukan bermacam kejanggalan dalam pengelolaan perusahaan. Di antaranya sistem pengendalian intern yang lemah, penyimpangan administrasi, dan ketidakpatuhan terhadap ketentuan undang-undang. Sedangkan penyimpangan terbanyak adalah penggelembungan harga proyek.

Tak hanya itu, belakangan juga diketahui investasi Pertamina di Australia merugi. Kegiatan Pertamina yang mengakuisisi Blok Baster Manta Gummy (BMG) di Australia bahkan tidak dimasukkan ke rencana kerja dan anggaran perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi Pertamina 2010 pada poin 12, menurut BPK, aset minyak dan panas bumi menyebutkan adanya penghapusan nilai atas wilayah kerja BMG milik PT PHE Australia sebesar AUS$ 66,2 juta, atau setara Rp 568 miliar. Atas investasi ini, PHE diharuskan mengakui soal kerugian penurunan nilai aktiva sesuai dengan pedoman standar akuntansi keuangan.

ANANDA PUTRI

Berita ekonomi lainnya:

Pesawat Sriwijaya Air Salah Mendara

Ramai-ramai Menyelewengkan ''Beras Miskin''

Gita Wirjawan Jualan Manggis di Selandia Baru

Investasi Reksa Dana Masih Minim Peminat

Rupiah Sulit Beranjak Dari 9.600

BPK Audit LSerentak Freeport, Antam, dan Newmont

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...