Kementerian BUMN Kini Punya Mobil Listrik

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Kementerian BUMN) memperoleh 1 unit Mobil Listrik Mitsubishi Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang diberikan secara hibah oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

Hibah tersebut diberikan MMKSI kepada Kementerian BUMN, yang menjadi bagian dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, untuk membantu operasional program penanggulangan Covid-19 seperti pelaksanaan vaksinasi, pendistribusian vaksin, dan peralatan medis.

Adapun, hibah mobil listrik tersebut dituangkan dalam Perjanjian Hibah yang ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto dan Presiden Direktur PT MMKSI Naoya Nakamura. Penandatangan perjanjian mobil listrik secara hibah tersebut dilakukan di Kantor Kementerian BUMN, Rabu (7/4/2021).

"Kami mengucapkan terima kasih yang kepada PT Mitsubishi atas Hibah Mobil Listrik berjenis Mitsubishi Outlander PHEV ini. Mobil ini akan kami gunakan untuk mendukung kegiatan penanggulangan Covid-19 dan kegiatan Kementerian lainnya," ujar Susyanto dalam keterangannya.

Sesuai perjanjian, mobil listrik tersebut akan diadministrasikan sebagai aset Barang Milik Negara (BMN) yang diterima melalui hibah dalam Simak BMN. Naoya mengatakan, hal ini merupakan wujud dukungan Mitsubishi terhadap proses pemulihan dampak Covid-19.

"Sektor kemanusiaan menjadi salah satu fokus komitmen kami, seperti halnya di masa pandemi ini, kami terus berperan aktif dalam memberikan dukungan untuk membantu proses pemulihan dampak Covid-19. Kali ini, PT MMKSI ingin berkontribusi untuk mengakselerasi program vaksinasi pemerintah, dengan menghibahkan Outlander PHEV kepada sejumlah instansi terkait. Diharapkan kemampuan discharging kendaraan ini dapat mengoptimalkan proses distribusi vaksin hingga ke daerah-daerah, serta memberikan dampak positif bagi kegiatan kemanusiaan lainnya," ujar Naoya.

Ambisi Erick Thohir: Baterai Kendaraan Listrik Indonesia Jadi Nomor Satu Dunia

Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir pastikan 1,5 juta tenaga kesehatan disuntik vaksin COVID-19 awal 2021 saat bertemu IDI di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (3/9/2020). (Dok Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19)
Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir pastikan 1,5 juta tenaga kesehatan disuntik vaksin COVID-19 awal 2021 saat bertemu IDI di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (3/9/2020). (Dok Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19)

Menteri BUMN Erick Thohir berharap, terbentuknya Indonesia Battery Corporation (IBC) atau holding baterai kendaraan listrik bisa membuat Indonesia jadi produsen electric vehicle (EV) battery nomor wahid dunia, utamanya untuk baterai motor listrik dan stabilisator.

Dalam pembentukan Indonesia Battery Corporation, pemerintah turut menggaet pabrikan baterai kendaraan listrik terdepan dunia, yakni China's Contemporary Amperex Technology (CATL) dan LG Chem Ltd.

Erick berharap kolaborasi itu akan menciptakan transfer teknologi kepada IBC yang beranggotakan Inalum, Pertamina, PLN, dan Antam.

"Karena kita tahu di dalam perjanjian itu, tidak hanya kita bicara baterai listrik buat mobil, tapi kita juga bicara baterai listrik buat motor, yang dimana Indonesia salah satu market terbesar daripada motor dunia. Di situlah juga kita ingin jadi leading sektornya," ujarnya dalam sesi teleconference, Jumat (26/3/2021).

Selain itu, mantan Bos Inter Milan ini mengatakan, poin terbesar dari perjanjian antara IBC bersama CATL dan LG Chem adalah untuk stabilisator baterai listrik. Menurutnya, itu akan jadi sangat penting untuk masa depan yang bergantung pada energi terbarukan (renewable energy) untuk kebutuhan power listrik di rumah.

"Jadi ini perjanjian sangat win-win. Di mobilnya kita mengalah, tetapi di motor listriknya dan di stabilisator baterainya kita yang menjadi leading sector," seru Erick Thohir.

Oleh karenanya, ia mendorong Inalum, Pertamina, PLN dan Antam agar tidak malu-malu menimba ilmu dari CATL dan LG Chem. Karena kerjasama ini akan membawa IBC jadi pemain dunia di industri kendaraan listrik.

"Karena kenapa, tentu kita ingin menjadi global player (baterai kendaraan listrik) juga, dengan alih teknologi dan penguasaan pasar ke depannya. Sehingga kita tidak hanya jadi market saja," imbuh Erick Thohir.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: