Kementerian BUMN: Petani program Makmur raih banyak keuntungan

·Bacaan 2 menit

Kementerian BUMN mengungkapkan petani yang tergabung dalam program Makmur PT Pupuk Indonesia (Persero) mendapatkan banyak manfaat dan keuntungan.

Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan bahwa para petani yang bergabung dalam program Makmur dipastikan mendapat banyak manfaat, mulai dari peningkatan produktivitas maupun penghasilan pertanian.

"Melalui program Makmur, produksinya bisa meningkat, biasanya kita 7 ton per hektare, kalau pakai Makmur bisa 8-9 ton per hektare. Ini berdasarkan beberapa hasil di lapangan yang bisa meningkat menjadi 8-9 ton per hektare," kata Arya di Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis.

Menteri BUMN Erick Thohir melalui PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali mengimplementasikan program Makmur di Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Program yang diluncurkan pada Agustus 2021 akan dilaksanakan di atas lahan seluas 11,6 hektare untuk komoditas padi.

Arya menjelaskan bahwa program Makmur di Rawamerta ini merupakan kolaborasi perdana dengan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), khususnya dalam menerapkan teknologi pertanian presisi.

Anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) ini akan masuk dalam ekosistem Makmur yang sudah ada.

Adapun, program dengan kepanjangan Mari Kita Majukan Usaha Rakyat ini juga merupakan ekosistem yang menghubungkan petani dengan project leader, asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, agro input, off taker, dan pemerintah daerah.

Staf Khusus III Menteri BUMN itu pun mengajak para petani yang berada di wilayah Karawang bergabung pada program Makmur Pupuk Indonesia.

Pasalnya, Karawang menjadi salah satu lumbung padi nasional sehingga membutuhkan pendampingan pertanian yang lebih baik.

"Sejak Pak Menteri turun menjadi cepat, kredit usaha rakyat atau KUR cepat sesuai musim tanamnya. Pak Erick juga minta bagaimana petani setelah tanam ketika ada musibah hama ada asuransi, supaya bapak petani tidak rugi, ada Jasindo yang masuk," kata Arya.

Sementara itu, Direktur Produksi Pupuk Indonesia Bob Indiarto mengungkapkan bahwa program Makmur berjalan mulus berkat dukungan para stakeholder yang terlibat dalam ekosistem.

"Hingga hari ini program Makmur telah dilakukan pada 66.371 hektare dan melibatkan 48.404 petani," ujar Bob.

Program Makmur yang berada di Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang ini juga didukung PT Pupuk Indonesia Pangan (PIP) sebagai off taker dan PT Pupuk Kujang Cikampek sebagai project leader, serta PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang akan memenuhi sisi permodalan petani.

Baca juga: Petrokimia Gresik dukung 21.344 petani melalui program Makmur
Baca juga: Pupuk Indonesia targetkan 250 ribu hektare untuk program Makmur 2022
Baca juga: Pupuk Kujang: Program Makmur tingkatkan keuntungan petani 32 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel