Kementerian BUMN revitalisasi Pelabuhan Benoa kembangkan pariwisata

Agus Salim

Kementerian BUMN melalui Pelindo III mengembangkan atau merevitalisasi kawasan Pelabuhan Benoa menjadi home port cruise untuk pelabuhan-pelabuhan di seluruh wilayah Indonesia dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir telah memimpin rapat koordinasi pengembangan Benoa Maritime Tourism Hub di Nusa Dua, Bali yang berlangsung pada 13-14 Februari 2020.

"Pemerintah sangat fokus mengembangkan kawasan Pelabuhan Benoa yang dikelola oleh Pelindo III, sebagai pintu masuk wisatawan melalui kunjungan kapal pesiar (cruise) dan kawasan destinasi wisata baru di Bali dan wisata maritim di Indonesia," kata Erick Thohir di Nusa Dua, Bali, Jumat.

Baca juga: Erick Thohir dukung pengembangan Pelabuhan Benoa untuk pariwisata


Selain itu, lanjut dia, kawasan tersebut juga akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang, sehingga akan berdampak langsung pada pendapatan negara dan perekonomian masyarakat sekitar.

Rapat koordinasi itu melibatkan Kementerian Perhubungan, Kementerian ATR/BPN, Kemenparekraf, Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Selain koordinasi dengan beberapa kementerian terkait, Erick Thohir juga mengundang Anggota Komisi VI DPR RI dan juga beberapa direktur utama BUMN.

Dengan rapat koordinasi sekaligus kunjungan ke pelabuhan, Erick Thohir menambahkan, semua pemangku kepentingan mengetahui dengan jelas kendala dan dukungan yang dibutuhkan oleh Pelindo III agar Benoa Maritime Tourism Hub dapat segera diselesaikan.

Baca juga: Erick Thohir: Pembangunan terus didorong meski corona merebak


"Alhamdulillah, semua menteri yang hadir begitu juga perwakilan dari kementerian yang kami undang, sepakat untuk bahu membahu mempercepat revitalisasi Pelabuhan Benoa," katanya.

Erick Thohir mengatakan area pelabuhan untuk petikemas, general cargo dan curah, akan terpisah dengan area pelabuhan untuk wisata yang sebelumnya di kawasan Pelabuhan Benoa menuju dua kawasan khusus atau Dumping 1 dan Dumping 2 seluas total 70 hektare yang sudah dibangun.

Tak hanya itu, lanjut dia, di kawasan itu juga akan dibangun berbagai fasilitas pendukung wisata, ekonomi dan budaya seperti kawasan pameran produk UMKM, gedung promosi budaya dan tambatan khusus kapal yacht, hingga kawasan hutan kota seluas kurang lebih 51 persen dari total luas kawasan.

Baca juga: Pelabuhan Benoa dikunjungi dua kapal pesiar


"Ini adalah kerja besar, untuk itu, saya juga mengundang seluruh Anggota Komisi VI DPR RI. Saya bersyukur, teman-teman di Komisi VI berkenan untuk hadir dan sepakat untuk mendukung Benoa Maritime Tourism Hub," katanya.

"Bagi saya, ini adalah menjalankan Good Governance, di mana semua pihak dilibatkan sejak awal. Semua transparan. Saya ingin agar setiap proyek BUMN dilakukan seperti ini," lanjutnya.

Tak hanya merevitalisasi kawasan Pelabuhan Benoa, ia mengemukakan Pelindo III juga tengah membangun kawasan peribadatan Melasti.

"Upaya ini dilakukan Pelindo III untuk terus mendekatkan diri dan peduli akan kebutuhan masyarakat sekitar," katanya.

Baca juga: Erick Thohir ingin Pelabuhan Benoa jadi kawasan turis kelas dunia