Kementerian BUMN siap beri dukungan pembiayaan bagi UMKM Labuan Bajo

Kementerian BUMN siap memberikan bantuan pembiayaan bagi UMKM di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, agar mereka bisa naik kelas.

"Pak Erick (Menteri BUMN) targetkan seluruh keluarga prasejahtera di Manggarai Barat akan kami berikan pendanaan pinjaman," kata Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga saat berdiskusi dengan pelaku UMKM di Pasar Rakyat BUMN, Labuan Bajo, Jumat.

Dia menjelaskan Kementerian BUMN memiliki program untuk UMKM lewat bantuan pinjaman pembiayaan ultramikro (UMi) dengan nilai sebesar Rp2 juta hingga Rp9 juta.

Kemudian ada pula pinjaman lewat kredit usaha rakyat (KUR) dan pinjaman bantuan permodalan usaha Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang telah menyasar Rp19 ribu rumah tangga di Manggarai Barat. "Itu ada juga pelatihan, bimbingan setiap minggu," sambungnya.

Baca juga: Moeldoko: UMKM mampu bertahan di tengah krisis

Pelatihan dan bimbingan yang dilakukan oleh Kementerian BUMN antara lain pelatihan usaha dan pelatihan keuangan kepada pelaku usaha dan UMKM.

Kementerian BUMN dan Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan Indonesia Financial Group (IFG) menghadirkan Pasar Rakyat BUMN dan Pameran 50 UMKM di Halaman Kantor Bupati Manggarai Barat.

Sebanyak 4.000 voucher sembako disiapkan untuk masyarakat dengan rincian 3.000 voucher dari Bulog dan 1.000 voucher dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Voucher yang dibeli dengan harga Rp55 ribu itu akan ditukar dengan 5 kg beras, 1 kg gula pasir, dan 1 liter minyak goreng.

Baca juga: Erick Thohir ajak HIPMI kikis kesenjangan perusahaan besar dan UMKM

Warga Labuan Bajo, Susanti (24) menyampaikan terima kasih kepada Menteri BUMN Erick Thohir atas pelaksanaan Pasar Rakyat BUMN di Labuan Bajo.

Menurutnya pasar rakyat itu sangat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan sembako dengan harga murah, apalagi pada masa pandemi COVID-19 ini.

"Sangat murah. Dengan karcis Rp55 ribu, saya bisa dapat beras, minyak, dan gula. Semoga pasar rakyat ini bisa terus ada," ungkap Susanti.