Kementerian ESDM Bakal Bangun 2.400 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik dan 10 Ribu Stasiun Penukaran Baterai

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) akan membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 2.400 titik. Selain itu, Kementerian ESDM juga akan membangun Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) 10 ribu titik. Target ini diharapkan bisa selesai pada 2025.

Langkah Kementerian ESDM membangun ribuan SPKLU dan SPBKLU ini untuk mendukung penerapan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk transportasi jalan di Indonesia.

“Peta jalan menuju kendaraan bermotor listrik juga didukung dengan rencana pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum di 2.400 titik, dan stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum di 10 ribu titik sampai dengan tahun 2025, serta peningkatan daya listrik di rumah tangga pengguna KBLBB,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam Public Launching KBLBB, Kamis (17/12/2020).

Untuk mendukung pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran baterai Kendaraan Listrik Umum (SBPKLU), Kementerian ESDM telah menerbitkan permen ESDM nomor 13 tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai sebagai regulasi turunan dari Perpres Nomor 55 tahun 2019.

“Penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai diharapkan dapat meningkatkan kualitas udara dan mendukung pencapaian target penggunaan emisi gas rumah kaca nasional,” ujarnya.

Ia menegaskan hal ini sesuai dengan komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030 dan 41 persen dengan bantuan internasional.

Potensi Indonesia

Petugas melakukan pengecekan mesin Stasiun SPKLU di SPBU Pertamina Fatmawati, Jakarta, Minggu (13/12/2020). SPKLU ini memiliki kemampuan fast charging 50 kW yang didukung berbagai tipe gun mobil listrik. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Petugas melakukan pengecekan mesin Stasiun SPKLU di SPBU Pertamina Fatmawati, Jakarta, Minggu (13/12/2020). SPKLU ini memiliki kemampuan fast charging 50 kW yang didukung berbagai tipe gun mobil listrik. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Arifin Tasrif optimistis Indonesia memiliki potensi untuk membuat kendaraan listrik karena teknologi dan komponen yang digunakan lebih sederhana daripada kendaraan konvensional. Oleh karena itu ini merupakan kesempatan besar bagi industri otomotif di dalam negeri.

“Selain itu kita memiliki potensi untuk memproduksi baterai yang didukung dengan cadangan mineral nikel yang cukup besar sebagai bahan baku baterai,” katanya.

Dirinya menyebutkan, saat ini telah dibentuk Indonesia Baterai Holding yang merupakan gabungan dari beberapa BUMN yaitu Mining industry Indonesia (MIND ID), PT Pertamina Persero, PT PLN Persero, dan PT Aneka Tambang Persero.

“Holding baterai ini akan mengolah produk nikel dari hulu ke hilir sehingga menjadi produk baterai kendaraan listrik,” pungkasnya.

Saksikan video pilihan berikut ini: